Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta, Kembali Catat Rekor!

WhatsApp Image 2025-10-27 at 19.25.30.jpeg
Emas Antam. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Intinya sih...
  • Harga emas Antam mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, Rp2.703.000 per gram.
  • Harga buyback juga mencetak rekor tertinggi, Rp2.545.000 per gram.
  • Harga emas Antam telah lima kali mencetak rekor sepanjang Januari 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH) pada perdagangan Senin (19/1/2026). Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas Antam pagi ini naik Rp40 ribu menjadi Rp2.703.000 per gram.

Harga buyback juga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, dengan kenaikan Rp36 ribu menjadi Rp2.545.000 per gram.

Harga emas Antam terus mencetak rekor baru sejak pekan lalu. Dengan kenaikan hari ini, maka harga emas Antam telah lima kali mencetak rekor sepanjang Januari 2026.

Adapun rincian harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain, sebagai berikut:

* Harga emas 0,5 gram: Rp1.401.500.

* Harga emas 1 gram: Rp2.703.000.

* Harga emas 2 gram: Rp5.356.000.

* Harga emas 3 gram: Rp8.016.000.

* Harga emas 5 gram: Rp13.330.000.

* Harga emas 10 gram: Rp26.580.000.

* Harga emas 25 gram: Rp66.285.000.

* Harga emas 50 gram: Rp132.405.000.

* Harga emas 100 gram: Rp264.660.000.

* Harga emas 250 gram: Rp661.340.000.

* Harga emas 500 gram: Rp1.322.400.000.

* Harga emas 1.000 gram: Rp2.643.600.000. 

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

4 Konsekuensi Memilih Instrumen Investasi yang Tinggi Risiko

19 Jan 2026, 10:39 WIBBusiness