Jaga Defisit Anggaran, Purbaya Akan Evaluasi Belanja Terkait MBG

- Pemerintah akan meninjau ulang pos belanja yang tidak langsung mendukung program prioritas, termasuk evaluasi anggaran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Purbaya menegaskan penyediaan makanan tetap dipertahankan, namun pengeluaran tambahan seperti peralatan pendukung akan dievaluasi untuk efisiensi.
- Langkah ini diambil guna menjaga defisit anggaran agar tidak melebar hingga 3,6–3,7 persen PDB di tengah tekanan harga minyak dunia.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan meninjau kembali pos pengeluaran yang tidak secara langsung mendukung program prioritas. Purbaya menyebut akan mengevaluasi anggaran belanja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia menjelaskan anggaran program MBG tetap dipertahankan dari sisi penyediaan makanan. Namun, belanja yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan utama program tersebut, seperti pengadaan peralatan tambahan atau kebutuhan pendukung lainnya, akan dievaluasi.
“MBG itu program yang baik, tetapi kita akan mencegah belanja yang tidak langsung mendukung penyediaan makanan,” kata Purbaya dalam acara buka bersama di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dia menjelaskan hal ini dilakukan sebagai upaya agar defisit anggaran tetap terjaga. Pemerintah akan melakukan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya melalui penyesuaian atau penghematan belanja negara.
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan di tengah potensi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah lonjakan harga minyak dunia. Purbaya mengatakan defisit anggaran berpotensi melebar hingga 3,6 persen –3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Selain itu, pemerintah juga membuka opsi menggeser sebagian belanja kementerian/lembaga ke tahun anggaran berikutnya, misalnya proyek pembangunan jembatan atau sekolah yang secara teknis tidak harus diselesaikan dalam satu tahun anggaran.


















