Jakarta, IDN Times - Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Selasa (8/9/2026), setelah menyentuh level tertinggi dalam enam pekan terakhir pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya risiko konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan minyak mentah global.
Eskalasi militer yang terus memanas di sekitar Selat Hormuz menjadi faktor utama yang mendorong para pelaku pasar memperhitungkan premi risiko terhadap harga minyak.
Dilansir Business Today, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 34 sen dolar AS atau setara Rp5.986 (kurs Rp17.606) menuju level 97,34 dolar AS atau setara Rp1.713.768 per barel pada pukul 00.00 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat turut menguat 1,15 dolar AS atau setara Rp20.247 menjadi 92,63 dolar AS atau setara Rp1.630.844 per barel.
Reli harga ini melanjutkan penguatan dari sesi Senin (7/9), saat minyak Brent sempat menyentuh level 98,06 dolar AS atau setara Rp1.726.444 sebelum ditutup di level 97,31 dolar AS atau Rp1.713.239 per barel di tengah libur Hari Buruh AS.
