Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan pasar sedang dihantam lonjakan harga minyak hingga 30 persen, kini menembus 100 dolar AS per barel.
Angka tersebut mendekati rekor tertinggi pada awal perang Rusia–Ukraina pada 2022, menyusul serangan udara Israel dan Amerika Serikat ke fasilitas minyak Iran, yang dibalas Teheran dengan serangan rudal ke berbagai fasilitas minyak di Timur Tengah.
“Iran juga secara efektif memblokir Selat Hormuz dengan menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran tersebut, menurut laporan. Selat tersebut merupakan sumber minyak utama bagi sebagian besar Asia, dan potensi penutupannya akan menyebabkan gangguan pasokan bagi sebagian besar wilayah tersebut,” katanya.
Selain itu, penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, menjadi sinyal bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali di Teheran, di tengah konflik dengan AS dan Israel.