Jakarta, IDN Times - Akuisisi 10 miliar lembar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong oleh PT Jhonlin Baratama milik konglomerat Tanah Air, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam masih menjadi sorotan.
Haji Isam mengakuisisi 30 persen dari total porsi saham BYAN yang beredar, yang diumumkan oleh manajemen BYAN pada Kamis, (17/9/2026) lalu.
Dalam keterbukaan informasi, tak disebutkan harga saham yang dibeli Haji Isam dari BYAN. Adapun harga saham sebelum pengumuman akuisisi itu terparkir di Rp11.350 per lembar saham. Per hari ini, Jumat (25/9), harga saham BYAN berada di level Rp12.100 per lembar.
Bagaimana ketentuannya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait keterbukaan harga saham dalam transaksi akuisisi emiten? Simak penjelasannya.
