Comscore Tracker

Pariwisata Indonesia Baru Bisa Normal 7 Tahun Berselang dari COVID-19 

Menparekraf Wishnutama bilang paling cepat 2022

Jakarta, IDN Times - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menyebut pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dari wabah virus corona atau COVID-19. Ia bahkan mengatakan untuk bisa berjalan normal kembali, dibutuhkan waktu hingga tujuh tahun pascavirus ini berakhir.

"UNWTO atau The World Tourism Organization merilis data sektor pariwisata itu baru bisa normal 5-7 tahun setelah wabah berakhir," kata Wishnutama dalam rapat virtual bersama Komisi X DPR RI, Senin (6/4).

1. Pariwisata pulih paling cepat 2022

Pariwisata Indonesia Baru Bisa Normal 7 Tahun Berselang dari COVID-19 Desa Sade Lombok (IDN Times/Sunariyah)

Meski demikian, rilis UNWTO itu dianggap masih terlalu umum dan perlu riset khusus untuk pasar Indonesia. "Tetapi ada lembaga lain menyatakan ini baru bisa normal setelah 2022," ujarnya.

Baca Juga: Data Kunjungan Wisman di Tengah COVID-19, Turis Tiongkok Hampir Nihil

2. Dampaknya bukan hanya ekonomi pariwisata tapi juga psikologis

Pariwisata Indonesia Baru Bisa Normal 7 Tahun Berselang dari COVID-19 Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Dalam rapat tersebut, pria yang akrab disapa Tama ini mengatakan sektor pariwisata tidak bisa pulih begitu saja karena ada banyak faktor. Mulai dari mengembalikan kepercayaan pasar, termasuk wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusanatara (wisnus).

"Dengan masa yang ada trauma yang harus diberi keyakinan, kita bisa memenuhi syarat penting psikologis setelah pandemi COVID-19," ujar Tama.

3. Dampak virus corona terhadap pariwisata

Pariwisata Indonesia Baru Bisa Normal 7 Tahun Berselang dari COVID-19 Dok. Kemenparekraf, TV Parlemen DPR RI

Dalam rapat tersebut, Tama juga merinci beberapa dampak virus corona ke pariwisata. Mulai dari penutupan hotel dan akomodasi, turunnya okupansi hotel, penurunan omzet hingga penutupan mal, ritel dan restoran di Jakarta, Bekasi dan Banten, serta penundaan event.

"Untuk hotel ada 1.500 hotel. Okupansi dalam catatan kami berkisar nol sampai lima persen. Omzet mal dan ritel turun 80 persen, untuk restoran turun 70 persen. Banyak juga pusat perbelanjaan yang tutup sementara," katanya.

"Untuk event ada 39 event yang ditunda per 31 Maret kemarin," imbuh Tama.

Baca Juga: Menaker Ida Imbau Pekerja Sektor Pariwisata Utamakan Dialog Sosial

Topic:

  • Anata Siregar
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya