Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi QRIS (freepik.com/Freepik)
Intinya Sih
  • QRIS mempermudah transaksi digital bagi masyarakat, terutama generasi muda, namun kemudahan ini sering membuat pengeluaran meningkat karena belanja impulsif tanpa sadar uang benar-benar berkurang.
  • Artikel menekankan pentingnya kesadaran finansial dengan langkah seperti memisahkan saldo, membuat anggaran harian, mengecek notifikasi transaksi, dan mengisi dompet digital secukupnya agar pengeluaran tetap terkendali.
  • Ditekankan pula perlunya disiplin melalui evaluasi transaksi rutin, menunda pembelian impulsif, memastikan keamanan merchant QRIS, serta menetapkan tujuan keuangan untuk menjaga kebiasaan hemat secara konsisten.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS membuat transaksi keuangan jadi jauh lebih praktis dan cepat dalam kehidupan sehari-hari. Cukup memindai kode lewat ponsel, pembayaran bisa dilakukan tanpa uang tunai, tanpa antre lama, dan terasa lebih efisien. Kemudahan ini sangat membantu aktivitas harian, terutama bagi generasi muda yang lekat dengan gaya hidup digital dan mobilitas tinggi.

Namun, di sisi lain, tidak sedikit orang mulai merasa pengeluaran menjadi lebih besar dan sulit dikontrol sejak terbiasa menggunakan pembayaran cashless. Tanpa disadari, kemudahan QRIS sering memicu belanja impulsif karena uang terasa tidak benar-benar “keluar”. Agar hal tersebut tidak terus berulang, penting memahami berbagai cara tetap hemat di era QRIS yang bisa diterapkan mulai dari kebiasaan paling sederhana.

1. Sadari setiap transaksi QRIS sebagai uang sungguhan

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi QRIS (freepik.com/Freepik)

Salah satu alasan utama mengapa pengeluaran terasa lebih boros saat menggunakan QRIS adalah karena tidak adanya perpindahan uang secara fisik. Ketika membayar dengan uang tunai, kita bisa melihat secara langsung lembaran uang berpindah tangan dan jumlahnya berkurang, sehingga otak lebih sadar kita sedang mengeluarkan uang. Sebaliknya, transaksi digital hanya membutuhkan satu kali pindai dan konfirmasi, yang membuat proses pengeluaran terasa cepat dan nyaris tanpa beban emosional.

Untuk mengatasi hal ini, penting membangun kesadaran, setiap transaksi QRIS tetap berdampak langsung pada kondisi keuangan. Biasakan berhenti sejenak sebelum menekan tombol bayar dan tanyakan pada diri sendiri apakah pengeluaran tersebut benar-benar diperlukan. Dengan memperlakukan QRIS seperti uang tunai yang nyata, kamu akan lebih berhati-hati dan tidak mudah tergoda melakukan transaksi impulsif.

2. Pisahkan saldo untuk kebutuhan dan keinginan

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi platform bank (freepik.com/rawpixel.com)

Menggabungkan seluruh saldo dalam satu dompet digital sering kali membuat batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi kabur. Akibatnya, uang yang seharusnya dialokasikan untuk makan, transportasi, atau tagihan rutin justru terpakai untuk jajan atau hiburan sesaat. Kondisi ini makin sulit dikontrol karena transaksi QRIS terasa terlalu praktis dan cepat.

Memisahkan saldo menjadi solusi sederhana namun efektif untuk mengatur pengeluaran. Kamu bisa menggunakan dompet digital atau rekening berbeda untuk kebutuhan pokok dan hiburan. Dengan pembagian ini, kamu memiliki kontrol yang lebih jelas terhadap arus uang dan bisa menahan diri ketika saldo untuk keinginan sudah menipis.

3. Tentukan anggaran harian sebelum mulai bertransaksi

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi uang (pexels.com/olia danilevich)

Tanpa anggaran yang jelas, penggunaan QRIS berpotensi membuat pengeluaran berjalan tanpa arah. Banyak orang baru menyadari uangnya menipis di akhir bulan tanpa tahu ke mana saja pengeluaran tersebut mengalir. Padahal, pengeluaran kecil yang terjadi berulang kali sering menjadi penyebab utama keuangan terasa bocor.

Menentukan anggaran harian membantu kamu memberi batas yang tegas sejak awal. Dengan mengetahui berapa maksimal uang yang boleh dikeluarkan setiap hari, kamu akan lebih selektif dalam melakukan transaksi. Kebiasaan ini membuat penggunaan QRIS tetap terkendali dan menjadi bagian penting dari cara tetap hemat di era QRIS.

4. Jangan menjadikan promo sebagai alasan belanja

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi belanja (pexels.com/Sora Shimazaki)

Promo cashback dan diskon QRIS memang terlihat menguntungkan, terutama jika sering muncul di aplikasi dompet digital. Namun, tanpa disadari, promo sering memicu pembelian yang sebenarnya tidak direncanakan. Alih-alih menghemat, pengeluaran justru bertambah karena frekuensi belanja meningkat.

Agar tetap bijak, penting mengubah cara pandang terhadap promo. Jadikan promo sebagai keuntungan tambahan, bukan pemicu utama untuk berbelanja. Dengan mempertimbangkan kebutuhan terlebih dahulu sebelum tergoda diskon, kamu bisa menikmati promo tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan.

5. Biasakan mengecek notifikasi dan saldo setelah pembayaran

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi QRIS (freepik.com/Freepik)

Notifikasi transaksi sering kali hanya dilihat sekilas lalu diabaikan. Padahal, notifikasi tersebut berfungsi sebagai pengingat, uangmu benar-benar berkurang setiap kali melakukan pembayaran. Jika kebiasaan ini terus diabaikan, pengeluaran akan terasa tidak nyata dan sulit dikontrol.

Dengan membiasakan diri mengecek notifikasi dan saldo setelah setiap transaksi, kamu menjaga kesadaran finansial tetap aktif. Kebiasaan sederhana ini membantu kamu memahami pola belanja harian dan menilai apakah pengeluaran masih sesuai anggaran. Dalam jangka panjang, langkah ini sangat efektif untuk menjaga keuangan tetap stabil di era QRIS.

6. Isi saldo dompet digital secukupnya

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi platform bank (freepik.com/rawpixel.com)

Memiliki saldo besar di dompet digital sering kali menciptakan rasa aman yang menyesatkan. Ketika melihat saldo masih banyak, seseorang cenderung lebih longgar dalam membelanjakan uang karena merasa pengeluaran tersebut tidak akan langsung berdampak besar. Kondisi ini membuat transaksi kecil yang berulang terasa wajar, padahal jika dikumpulkan bisa menguras keuangan secara perlahan.

Mengisi saldo secukupnya membantu membangun kontrol yang lebih baik terhadap pengeluaran. Dengan saldo terbatas, kamu akan lebih selektif sebelum melakukan transaksi dan lebih sadar terhadap prioritas kebutuhan. Selain itu, risiko kerugian juga lebih kecil jika terjadi kendala teknis atau masalah keamanan pada akun dompet digital.

7. Rutin mengevaluasi riwayat transaksi QRIS

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi platform bank (freepik.com/tonodiaz)

Salah satu keunggulan utama pembayaran cashless adalah adanya catatan transaksi yang tersimpan otomatis dan rapi. Sayangnya, fitur ini sering diabaikan karena banyak pengguna jarang membuka riwayat transaksi mereka sendiri. Padahal, dari catatan tersebut, kamu bisa melihat pola pengeluaran secara lebih objektif dan detail.

Dengan rutin mengevaluasi riwayat transaksi QRIS, kamu dapat mengidentifikasi pengeluaran kecil yang sering terlewat, seperti jajan harian atau biaya tambahan yang tampak sepele. Jika dilakukan secara konsisten, evaluasi ini membantu kamu menentukan pengeluaran mana yang perlu dikurangi. Langkah ini sangat efektif untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

8. Tunda pembelian impulsif minimal 24 jam

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi purchase order (freepik.com/rawpixel.com)

Kemudahan QRIS membuat proses belanja terasa instan dan nyaris tanpa hambatan. Ketika melihat sesuatu yang menarik, pembayaran bisa langsung dilakukan tanpa banyak pertimbangan. Situasi ini sering memicu pembelian impulsif yang akhirnya disesali.

Memberi jeda waktu minimal 24 jam sebelum melakukan pembayaran membantu kamu berpikir lebih rasional. Dalam waktu tersebut, kamu bisa menilai kembali apakah barang atau layanan tersebut benar-benar dibutuhkan. Kebiasaan menunda ini terbukti efektif untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

9. Gunakan QRIS hanya di merchant resmi dan tepercaya

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi QRIS (freepik.com/Freepik)

Selain soal pengeluaran, keamanan transaksi juga berpengaruh pada kondisi keuangan. Menggunakan QRIS di merchant yang tidak jelas identitasnya berisiko menimbulkan masalah, seperti salah transfer atau penipuan. Risiko ini bisa berujung pada kerugian finansial yang seharusnya bisa dihindari.

Pastikan selalu memeriksa nama merchant sebelum melakukan pembayaran. Gunakan QRIS hanya di tempat yang memiliki identitas jelas dan tepercaya. Dengan transaksi yang aman, kamu bisa mengelola keuangan dengan lebih tenang dan fokus pada pengeluaran yang memang diperlukan.

10. Tetapkan tujuan keuangan agar lebih disiplin

10 Cara Tetap Hemat di Era QRIS meski Transaksi Makin Mudah
ilustrasi uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Tanpa tujuan keuangan yang jelas, mengatur pengeluaran sering terasa sulit dan tidak terarah. Banyak orang akhirnya mengikuti keinginan sesaat karena tidak memiliki target yang ingin dicapai. Hal ini membuat penggunaan QRIS menjadi kurang terkontrol.

Dengan menetapkan tujuan keuangan, seperti menabung, dana darurat, atau rencana jangka panjang, kamu akan lebih berhati-hati sebelum melakukan transaksi. Setiap pengeluaran akan dipertimbangkan dampaknya terhadap tujuan tersebut. Inilah kunci penting agar cara tetap hemat di era QRIS bisa dijalankan secara konsisten.

QRIS bukan penyebab utama borosnya pengeluaran, melainkan cara penggunaannya yang kurang bijak. Dengan perencanaan, disiplin, dan kesadaran finansial, transaksi cashless justru bisa membantu mengatur keuangan lebih rapi. Mulai terapkan langkah-langkah di atas agar kamu tetap nyaman bertransaksi digital tanpa khawatir dompet cepat menipis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More