Hemat BBM, Pramono Siap Ikuti Arahan Prabowo Terapkan WFH di Jakarta

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan siap mengikuti arahan pemerintah pusat terkait penerapan sistem kerja dari rumah untuk menekan konsumsi bahan bakar di tengah ketidakpastian harga energi global.
- Presiden Prabowo Subianto menilai konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia serta berdampak pada kenaikan harga pangan di dalam negeri.
- Sebagai langkah antisipasi, Prabowo membuka opsi penerapan WFH bagi pegawai guna menghemat penggunaan BBM dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi geopolitik yang tidak pasti.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan siap mengikuti arahan pemerintah pusat terkait kemungkinan penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi para pegawai.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai salah satu langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar, di tengah ketidakpastian harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.
“Untuk work from home, maka apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat akan dijalankan di DKI Jakarta,” kata Pramono, Selasa (17/3/2026).
1. Perang di Iran berdampak penyediaan energi

Pramono menilai konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, berpotensi memberikan tekanan pada pasokan energi global.
“Perang di Iran yang terlalu lama ini pasti akan memberikan tekanan penyediaan energi, terutama untuk gas dan juga untuk BBM, dan harganya memang sekarang ini mengalami kenaikan yang signifikan,” ujarnya.
2. Jakarta akan ikuti arahan pusat

Pramono menegaskan jika pemerintah pusat memutuskan untuk memberlakukan kebijakan WFH secara luas, maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengikuti keputusan tersebut.
“Kalau pemerintah pusat memberlakukan secara menyeluruh, kami akan mengikutinya. Jadi Jakarta akan mengikuti,” katanya.
3. Konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berpotensi menimbulkan efek domino

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berpotensi menimbulkan efek domino, terutama pada sektor bahan bakar minyak (BBM).
Prabowo menilai lonjakan harga minyak dunia dapat memicu kenaikan harga komoditas pangan di dalam negeri. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi.
“Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling jelek. Kita berharap skenario terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi ramalan-ramalan juga banyak yang mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
4. Prabowo buat opsi WFH hadapi perang Iran

Sebagai antisipasi, Presiden Prabowo membuka pilihan penerapan sistem kerja dari rumah atau WFH bagi para pegawai. Kebijakan ini dipandang sebagai solusi efektif untuk menekan tingkat konsumsi bahan bakar di tengah ketidakpastian harga energi dunia.
"Saya kira, kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian, kita berharap akan selalu menjaga defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit," kata Prabowo.
















