Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hilirisasi 28 Komoditas, Butuh Investasi Rp10,87 Triliun hingga 2040

3 min read
Hilirisasi 28 Komoditas, Butuh Investasi Rp10,87 Triliun hingga 2040
Ilustrasi investasi (freepik.com)
  • Pemerintah menyiapkan peta jalan hilirisasi 28 komoditas hingga 2040, mencakup delapan sektor SDA, dengan kebutuhan investasi 618,1 miliar dolar AS atau Rp10,87 triliun.
  • Program ini ditargetkan menaikkan ekspor menjadi 857 miliar dolar AS, menambah nilai 235,9 miliar dolar AS, serta menciptakan sekitar 3 juta lapangan kerja.
  • Realisasi investasi hilirisasi semester I-2026 mencapai Rp300,1 triliun; pengembangan komoditas juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di luar Jawa, termasuk Sulawesi, Maluku, serta Papua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menargetkan hilirisasi 28 komoditas sumber daya alam (SDA) hingga 2040 butuh investasi sebesar 618,1 miliar dolar AS atau Rp10,87 triliun (kurs Rp17.600 per dolar AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan peta jalan (roadmap) hilirisasi 28 komoditas hingga 2040.

"Peta jalan tersebut mencakup delapan sektor yang dinilai memiliki dampak besar terhadap investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja," tegas Airlangga dalam acara Big Downstream Insight 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

  1. 1. Cakupan hilirisasi komoditas

    Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara Menjadi Dimetil Eter, Kab. Muara Enim pada Senin (24/1/2022). (youtube.com/Sekretariat Presiden)
    Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara Menjadi Dimetil Eter, Kab. Muara Enim pada Senin (24/1/2022). (youtube.com/Sekretariat Presiden)

    Cakupan hilirisasi tidak hanya mencakup mineral dan batu bara, tetapi juga minyak dan gas bumi, perikanan dan kelautan, perkebunan, serta kehutanan.

    “Investasi yang dibutuhkan untuk 28 komoditas itu adalah 618 miliar dolar AS dan harapannya bisa meningkatkan ekspor menjadi 857 miliar dolar AS, dengan nilai tambah 235,9 miliar dolar AS sebagai tambahan,” ujar Airlangga.

  2. 2. Hilirisasi bisa ciptakan 3 juta lapangan kerja

    Ilustrasi hilirisasi. (dok. MIND ID)
    Ilustrasi hilirisasi. (dok. MIND ID)

    Airlangga menyebut nilai ekspor Indonesia saat ini mendekati 500 miliar dolar AS. Dengan pengembangan hilirisasi, nilai ekspor Indonesia diharapkan bisa meningkat hampir dua kali lipat.

    Selain meningkatkan ekspor, hilirisasi diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 3 juta lapangan kerja. Menurut Airlangga, hilirisasi menjadi instrumen untuk mendorong investasi, meningkatkan ekspor, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat fundamental ekonomi domestik.

  3. 3. Realisasi investasi hilirisasi semester I capai Rp300,1 triliun

    ilustrasi investasi
    ilustrasi investasi (magnific.com/rawpixel.com)

    Sementara itu, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut menyumbang 29,7 persen terhadap total realisasi investasi pada periode yang sama dan tumbuh 6,9 persen secara tahunan.

    Hilirisasi juga telah meningkatkan nilai tambah sejumlah komoditas. Ekspor nikel mencapai 34 miliar dolar AS pada 2025, meningkat 26 kali lipat dibandingkan 2016 yang sebesar 1,3 miliar dolar AS.

    Jumlah produk turunan kelapa sawit juga terus meningkat. Pada 2025, jumlahnya mencapai 208 produk, atau 3,9 kali lipat dibandingkan 2015 yang sebanyak 54 produk. Adapun ekspor kelapa mencapai 2,39 miliar dolar AS pada 2025, tumbuh 49,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Tentu kami juga melihat bahwa hilirisasi bukan hanya mineral, tetapi komoditas-komoditas sumber daya alam yang renewable juga,” tutur Airlangga.

    Dari sisi wilayah, Airlangga menyebut investasi sektor manufaktur masih terkonsentrasi di Jawa. Sementara itu, investasi berbasis komoditas SDA lebih banyak berkembang di luar Jawa.

    Menurutnya, peningkatan hilirisasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah, terutama Sulawesi, Maluku, serta Papua. Bahkan, beberapa wilayah tersebut mampu mencatat pertumbuhan ekonomi dua digit.

    “Kita lihat bahwa investasi terutama berbasis nikel di Sulawesi Tengah itu sudah mencapai Rp56,1 triliun, di Maluku Rp53,9 triliun dan ini menumbuhkan pertumbuhan baru. Sebagai contoh di Maluku Utara jumlah pekerjanya pun sudah lebih dari 25 ribu di salah satu kawasan,” ucap Airlangga.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More