Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jadi Menko Baru, Bahlil Ungkap Tantangan Geopolitik dan Hilirisasi

2 min read
Jadi Menko Baru, Bahlil Ungkap Tantangan Geopolitik dan Hilirisasi
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Bahlil Lahadalia menjelaskan pentingnya Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi di tengah geopolitik yang tidak menentu serta tuntutan energi bersih.

  • Hilirisasi dan transisi energi disebut sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang perlu dijalankan secara menyeluruh dan terukur.

  • Bahlil belum merinci struktur kementerian maupun proyek prioritas karena masih akan mengecek perpres dan melapor kepada Presiden Prabowo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan urgensi pembentukan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang kini dipimpinnya.

"Kenapa ini penting? Kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih," kata dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Presiden Prabowo Subianto, kata Bahlil, memandang hilirisasi dan transisi energi sebagai program prioritas yang perlu dikerjakan secara menyeluruh. Transisi energi juga berkaitan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement.

"Maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial, tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden," paparnya.

  1. 1. Bahlil siap jalankan dua jabatan

    20261001_165113(3).jpg
    Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

    Bahlil mengatakan, akan menjalankan tugas barunya secara maksimal. Dia menyebut, penugasan tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada Indonesia. Karena itu, kedua jabatan tersebut akan dijalankan sebagai bagian dari tanggung jawabnya untuk memberikan kontribusi kepada negara.

    "Insyaallah, sebagai pembantu presiden akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik, baik adalah sebagai menko maupun sebagai menteri ESDM," ujar dia.

  2. 2. Bahlil masih cek struktur Kemenko baru

    20261001_165113(1).jpg
    Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

    Saat ditanya mengenai kementerian yang akan berada di bawah koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil belum memberikan rinciannya. Dia mengatakan, masih akan mengecek peraturan presiden (perpres) yang mengatur struktur kementerian koordinator tersebut.

    "Kalau menko di bawah mana aja, nanti saya cek di perpres ya," kata mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

  3. 3. Belum bahas proyek prioritas dari Prabowo

    Jadi Menko Baru, Bahlil Ungkap Tantangan Geopolitik dan Hilirisasi
    Presiden Prabowo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025. (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

    Bahlil juga belum menyampaikan proyek yang akan menjadi prioritasnya sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Dia mengatakan, akan lebih dulu melapor kepada Presiden Prabowo setelah pelantikan. Karena baru menerima penugasan, Bahlil belum ingin berbicara mengenai proyek yang akan dikejar.

    Saat ditanya mengenai target kerja dalam tiga bulan pertama, Bahlil mengatakan, pekerjaannya tidak dibatasi dalam periode tersebut. Dia memilih bekerja setiap hari dengan terus berpikir dan menjalankan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

    "Nanti setelah ini baru saya melapor sama Bapak Presiden. Baru dilantik ya," kata Bahlil.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More