Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Solid, Pembentukan IBMA Perkuat Ekosistem Pasar Emas Indonesia

Solid, Pembentukan IBMA Perkuat Ekosistem Pasar Emas Indonesia
Peresmian IBMA di Jakarta, Kamis (20/8) (dok. Pegadaian)
  • Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk pada 18 Agustus untuk mendorong pasar bulion nasional yang kredibel, efisien, berkelanjutan, dan terintegrasi.
  • IBMA menghimpun pelaku dari pertambangan hingga jasa keuangan, memperkuat bullion bank serta membuka pengembangan tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas.
  • Pemerintah menempatkan pasar bulion dalam strategi hilirisasi; Indonesia mengelola sekitar 177 ton emas, sementara produksi 2025 tercatat 104 ton, peringkat ke-10 dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Satu tahun setelah peluncuran kegiatan usaha bulion (Layanan Bank Emas) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kinerja bullion bank mendapat antusias positif dari masyarakat. Presiden menilai Bank Emas Indonesia merupakan salah satu terobosan strategis yang mampu mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Saat ini bullion bank di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas, di antaranya 153 ton emas yang dikelola oleh Pegadaian, serta 24 ton emas yang dikelola oleh BSI.

  1. 1. IBMA perkuat ekosistem emas nasional

    WhatsApp Image 2026-08-20 at 10.38.22 AM (1) (1).jpeg
    Peresmian IBMA di Jakarta, Kamis (20/8) (dok. Pegadaian)

    Cita-cita menjadikan industri bulion mendorong penguatan dan penetrasi ekosistem emas nasional di Indonesia semakin solid dengan komitmen dan dukungan pelaku usaha dan industri membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA).

    Hari ini (18/8), IBMA resmi dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bulion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi serta penguatan ekosistem industri nasional. Kehadirannya diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis bagi para pelaku industri dari hulu hingga hilir dalam memperkuat ekosistem pasar bulion nasional, serta mampu menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebijakan, peningkatan standar industri, serta penguatan daya saing pasar bulion nasional di tingkat regional maupun global.

    Dengan integrasi yang lebih cepat, proses hilirisasi emas akan terjadi akselerasi akselerasi produk berbasis emas akan lebih beragam, dan Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya sebagai pusat pasar bulion di Asia Tenggara.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembentukan IBMA menandai fase baru pengembangan industri bulion Indonesia. Setelah fondasi regulasi dan kelembagaan berhasil dibangun melalui implementasi kegiatan usaha bulion, fokus berikutnya adalah menciptakan pasar yang semakin efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.

    "Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bulion Indonesia," ujar Airlangga.

  2. 2. Menghubungkan hulu hingga hilir

    74 kg emas berapa rupiah
    ilustrasi emas batangan (unsplash.com/Jingming Pan)

    IBMA terdiri atas lintas industri mulai dari hulu hingga hilir di antaranya perusahaan dengan bidang usaha pertambangan emas dan manufaktur serta pengolahan bijih menjadi emas batangan dan perak, perusahaan yang memperdagangkan emas batangan (bullion dealer); perusahaan pembiayaan & lembaga keuangan non-Bank yang memiliki izin di bidang industri bulion dan bank bulion.

    IBMA akan semakin memperkuat peran bullion bank dengan hadir menjadi platform strategis yang membawa ekosistem bulion Indonesia ke tahap berikutnya dan dalam jangka panjang memperkuat posisi Indonesia di pasar bulion regional.

    Saat ini yang telah bergabung di dalam IBMA adalah PT Pegadaian (Persero), Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi, Tbk. (HRTA) , UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, serta PT Central Mega Kencana (CMK yang menaungi Merek Perhiasan Mondial, Frank & co. dan The Palace Jeweler) dan PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels) serta PT Laku Emas Indonesia. Selfie Dewiyanti sebagai Ketua Umum, dan Anton Sukarna sebagai Sekretaris Jenderal.

    Bagi dunia usaha, penguatan ekosistem bulion tidak hanya membuka peluang pengembangan layanan keuangan berbasis emas seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas, tetapi juga menciptakan pasar yang lebih dalam (deeper market) dengan likuiditas yang semakin baik. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi industri, memperkuat pembiayaan sektor riil, dan menarik partisipasi investor domestik maupun internasional.

    Pemerintah Republik Indonesia memandang pengembangan pasar bulion merupakan bagian dari strategi transformasi ekonomi menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 diantaranya melalui program hilirisasi sebagaimana tertuang dalam visi Astacita. Untuk mendukung target tersebut, penguatan dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan kapasitas industri pengolahan emas, pengembangan jasa keuangan bulion, penyempurnaan regulasi, pemberian insentif fiskal, serta harmonisasi standar industri agar sejalan dengan praktik terbaik internasional.

    Data world gold council menyebutkan produksi emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 104 ton yang menempatkan Indonesia berada pada peringkat 10 di dunia. World gold council juga menyoroti peningkatan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan emas baik dari sisi kepemilikan emas pada ETF Emas global yang memasuki tahun kedua terkuat sepanjang sejarah maupun pembelian emas batangan dan koin meningkat hingga mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

  3. 3. Mendorong visi Indonesia sebagai pusat perdagangan dan jasa bulion

    ilustrasi emas yang berada di atas tumpukan uang
    ilustrasi emas yang berada di atas tumpukan uang (pexels.com/Robert Lens)

    Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) sekaligus menjabat sebagai Ketua IBMA, Selfie Dewiyanti mengatakan kehadiran IBMA ditargetkan menjadi akselerator utama dalam membangun ekosistem perdagangan dan jasa bulion nasional yang transparan serta berdaya saing global. 

    Melalui penguatan wadah ini, seluruh pelaku industri didorong untuk menciptakan pasar bulion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan memenuhi standar internasional. Langkah strategis tersebut diproyeksikan mampu membawa Indonesia bertransformasi dari sekadar negara produsen komoditas emas menjadi pusat perdagangan (bullion hub) terkemuka di kawasan regional, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi perluasan investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

    "Kehadiran IBMA diharapkan menjadi platform utama bagi seluruh pelaku industri untuk membangun pasar bulion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan berstandar internasional. Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bulion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Selfie.

    Melalui penguatan ekosistem bulion yang terintegrasi dan berdaya saing global, seluruh anggota IBMA berkomitmen mengoptimalkan potensi emas nasional untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pengembangan produk bulion, penguatan sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha, serta peningkatan literasi masyarakat akan terus didorong guna memperluas basis investor sekaligus meningkatkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional.

    Pembentukan IBMA sekaligus menandai keseriusan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengidentifikasi peluang, menjawab tantangan, dan memperkuat arah kebijakan yang diperlukan dalam membangun rantai nilai emas nasional dari hulu hingga hilir. Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan inovasi produk keuangan dan perdagangan berbasis emas yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan, sehingga potensi emas nasional tidak hanya menjadi aset komoditas, tetapi juga menjadi salah satu penggerak hilirisasi, penguatan sistem keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More