Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar Infrastruktur yang Rusak di NTT akibat Gempa

Daftar Infrastruktur yang Rusak di NTT akibat Gempa
Jalan Nasional di Flores kembali fungsional pascagempa. (Dok. Kementerian PU)
  • Seluruh jalan dan jembatan terdampak gempa di NTT telah kembali fungsional dengan penanganan mencapai 100 persen.
  • Infrastruktur sumber daya air, termasuk bendung, bendungan, irigasi, dan sumur, masih dalam proses verifikasi.
  • Sejumlah SPAM, fasilitas sanitasi, bangunan, tempat ibadah, serta fasilitas kesehatan masih ditangani atau diverifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat seluruh jalan dan jembatan yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali fungsional.

Data per 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB mencatat sembilan jalan terdampak dengan 61 titik longsor dan empat patahan, serta lima jembatan terdampak. Seluruh jalan dan jembatan tersebut telah kembali fungsional dengan tingkat penanganan masing-masing mencapai 100 persen.

"Hari Minggu itu semua sudah jalan dan jembatan-jembatan sudah fungsional," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (20/8/2026).

  1. 1. Sejumlah infrastruktur sumber daya air masih diverifikasi

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau progres pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (5/12/2023). (Dok. Kementerian PUPR)
    Ilustrasi Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok. Kementerian PUPR)

    Pada sektor sumber daya air, Kementerian PU mencatat dua bendung terdampak dan masih dalam proses verifikasi. Selain itu, satu bendungan dan satu bendungan yang masih dalam tahap konstruksi juga terdampak dan sedang diverifikasi.

    Dua daerah irigasi serta satu sumur turut terdampak. Seluruhnya masih dalam proses verifikasi.

  2. 2. SPAM hingga fasilitas sanitasi masih ditangani

    Ilustrasi SPAM. (Foto Dok Kemen PUPR).
    Ilustrasi SPAM. (Foto Dok Kemen PUPR).

    Di sektor Cipta Karya, terdapat 11 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak. Sebanyak 10 SPAM masih ditangani, sedangkan satu lainnya telah selesai ditangani. Selain itu, dua Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan satu Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terdampak dan masih dalam penanganan.

    Kementerian PU juga menyiapkan 90 hidran umum, 11 mobil tangki air, dan 46 toilet portabel. Dari jumlah tersebut, dua mobil tangki air dan delapan hidran umum telah dimobilisasi.

    "Kita banyak kirimkan hidran-hidran kita dan mobil tangki air mesti keliling karena cari airnya juga agak agak enggak mudah. Karena NTT kan, Pulau Flores termasuk daerah yang kering, jarang ada cekungan gitu," tuturnya.

    Untuk bangunan terdampak, terdapat 363 bangunan yang masuk pendataan. Sebanyak 258 di antaranya telah terklasifikasi berdasarkan hasil asesmen.

  3. 3. Ratusan fasilitas kesehatan terdampak

    Kondisi Puskesmas yang terdampak gempa di Manggarai, NTT.
    Kondisi Puskesmas yang terdampak gempa di Manggarai, NTT. (Dok. Kemenkes)

    Pada sektor prasarana strategis, Kementerian PU mencatat 12 fasilitas pendidikan keagamaan terdampak dan belum ada yang ditangani.

    Sementara itu, terdapat 58 fasilitas ibadah terdampak. Sebanyak 34 fasilitas telah teridentifikasi, sedangkan 24 lainnya masih dalam proses verifikasi.

    Fasilitas kesehatan menjadi salah satu yang paling banyak terdampak, yakni 211 fasilitas. Sebanyak 205 telah teridentifikasi dan enam lainnya masih dalam proses verifikasi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More