ID FOOD Kantongi Pembiayaan BTN hingga Rp3 Triliun

BTN menyiapkan plafon pembiayaan hingga Rp3 triliun bagi ID FOOD untuk modal kerja, penyerapan komoditas strategis, transaksi, dan digitalisasi ekosistem grup.
Pembiayaan akan mendukung pengelolaan serta distribusi beras, gula, minyak goreng, dan pangan strategis lain; total fasilitas BTN yang telah digunakan ID FOOD sekitar Rp5 triliun.
Kerja sama BTN-ID FOOD diperluas dari kredit korporasi ke layanan transaksi bagi seluruh jaringan, termasuk supplier, distributor, Warung Pangan, mitra usaha, dan karyawan.
Jakarta, IDN Times - Holding BUMN sektor pangan ID FOOD mengantongi plafon pembiayaan hingga Rp3 triliun dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN.
Pembiayaan itu akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, penyerapan atau offtake komoditas strategis, transaksi, hingga digitalisasi ekosistem ID FOOD Group.
1. Perkuat rantai pasok pangan

PT Rajawali Nusindo. (dok: PT Rajawali Nusindo Member of ID FOOD) Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat kemampuan ID FOOD dalam menghubungkan pasokan pangan dari hulu dengan kebutuhan pasar di hilir.
“Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis. Semakin kuat kemampuan offtake, semakin besar pula kapasitas ID FOOD untuk menghubungkan produksi dengan pasar secara lebih efektif,” ujar Ghimoyo dikutip Minggu, (4/10/2026).
Fasilitas pembiayaan tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas bisnis pangan, termasuk komoditas beras, gula, minyak goreng, serta pangan strategis lainnya.
2. ID FOOD serap pembiayaan dari BTN hingga Rp5 triliun

Pabrik Mitra Rajawali Banjaran milik Holding BUMN Pangan IDFOOD yang memproduksi kondom di Bandung, Jawa Barat. (dok. MRB) Sejak 2024, BTN telah mendukung sejumlah aktivitas bisnis ID FOOD Group, mulai dari Program Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), hingga pembiayaan bisnis beras, gula, garam, benih padi, dan susu. Hingga saat ini, total fasilitas pembiayaan BTN yang telah terutilisasi dalam berbagai aktivitas ID FOOD Group mencapai sekitar Rp5 triliun.
“Utilisasi sekitar Rp5 triliun menunjukkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan secara konkret dan memiliki skala yang signifikan. MoU terbaru menjadi pijakan untuk membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya,” tutur Ghimoyo.
Kerja sama juga diperluas melampaui pembiayaan korporasi. Produk dan layanan BTN akan semakin diarahkan untuk menjangkau supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha, serta karyawan dalam jaringan ID FOOD Group.
3. Perluas jangkauan BTN

PT Rajawali Nusindo. (dok: PT Rajawali Nusindo Member of ID FOOD) Direktur BTN, Nixon LP Napitupulu memastikan ekosistem strategis seperti ID FOOD dapat berkembang semakin efisien, terhubung, dan scalable. Kerja sama BTN dan ID FOOD telah dimulai melalui dukungan fasilitas kredit. Ke depannya, kerja sama antara ID FOOD dan BTN akan diperluas, dari mitra pembiayaan menjadi mitra transaksi yang hadir dalam aktivitas bisnis sehari-hari ID FOOD.
"BTN sebagai mitra yang hadir dalam setiap aktivitas bisnis ID FOOD," ujar Nixon.
Menurut Nixon, salah satu potensi besar ID FOOD adalah pengembangan Warung Pangan. BTN siap mendukung ekosistem ini. Mulai dari payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan. Termasuk potensi pembiayaan bagi pelaku usaha di dalam ekosistem.
"BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen. Kolaborasi ini bukan hanya soal financial value. Lebih dari itu, kami ingin ikut membangun rantai distribusi pangan yang semakin efficient, inclusive, dan connected," ucap Nixon.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















