Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Ide Bisnis yang Bisa Muncul dari Tren Subscription Streaming
Ilustrasi menonton (pexels.com/Vitaly Gariev)
  • Tren streaming mengubah kebiasaan konsumen menjadi membayar akses hiburan berkala, sekaligus memunculkan kebutuhan pendukung di luar platform tontonan.
  • Peluang usaha mencakup rental proyektor, layanan optimasi internet, paket snack movie night, rekomendasi tontonan personal, dan merchandise bertema orisinal.
  • Pelaku usaha perlu menguji kebutuhan pasar, target konsumen, biaya, serta kesediaan membayar sebelum menerapkan model subscription, rental, membership, atau bisnis berbasis pengalaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menonton film dan serial kini tidak lagi harus menunggu jadwal tayang di televisi atau pergi ke bioskop. Kehadiran berbagai layanan streaming membuat masyarakat bisa menikmati hiburan kapan saja dan dari mana saja. Cukup dengan membayar biaya langganan, pengguna dapat mengakses berbagai pilihan film, serial, dokumenter, hingga konten hiburan lainnya melalui perangkat yang sudah dimiliki. Kebiasaan tersebut kemudian membentuk pola konsumsi baru, yaitu konsumen lebih terbiasa membayar untuk mendapatkan akses terhadap konten dibandingkan membeli atau memiliki konten secara permanen.

Tren subscription streaming juga menarik jika dilihat dari sisi bisnis. Ketika semakin banyak orang terbiasa membayar layanan hiburan secara berkala, muncul berbagai kebutuhan baru di sekitarnya. Konsumen tidak hanya membutuhkan platform untuk menonton, tetapi juga membutuhkan perangkat pendukung, rekomendasi tontonan, komunitas, akses internet, hingga pengalaman yang membuat aktivitas menonton menjadi lebih menyenangkan. Kondisi inilah yang dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menciptakan bisnis baru yang tidak harus menjadi perusahaan streaming.

Nah, berikut ini beberapa ide bisnis yang bisa muncul dari tren subscription streaming. Scroll dibawah ini!

1. Jasa sewa proyektor

Proyektor (pixabay.com/jarmoluk)

Streaming memungkinkan film ditonton di rumah, tetapi kegiatan menonton bersama tetap membutuhkan suasana yang menarik. Salah satu peluang bisnis yang dapat muncul adalah jasa penyewaan proyektor untuk kegiatan nonton bersama. Target pasarnya cukup beragam, mulai dari keluarga, komunitas, organisasi mahasiswa, acara kampus, hingga kegiatan lingkungan.

Pelaku usaha dapat menawarkan paket berdasarkan durasi penyewaan dan perlengkapan yang tersedia. Misalnya, konsumen dapat menyewa proyektor saja atau mengambil paket lengkap dengan layar, speaker, tripod, dan layanan pemasangan. Bisnis ini dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang hanya membutuhkan perangkat sesekali sehingga mereka tidak perlu membeli peralatan sendiri.

2. Jasa internet

Wifi (freepik.com/freepik)

Streaming sangat bergantung pada koneksi internet yang stabil. Ketika koneksi bermasalah, pengalaman menonton dapat terganggu karena video mengalami buffering atau kualitas gambar menurun. Hal ini membuka peluang bagi bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan internet, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses koneksi stabil.

Peluangnya dapat berupa jasa pemasangan jaringan lokal, optimasi Wi-Fi rumah, pengaturan router, hingga layanan konsultasi untuk memilih paket internet sesuai kebutuhan. Bisnis ini tidak harus menjual layanan streaming itu sendiri. Fokusnya adalah membantu konsumen mendapatkan koneksi yang lebih sesuai dengan aktivitas digital mereka, termasuk menonton film, bekerja, belajar, dan bermain gim.

3. Bisnis snack untuk menonton

Ilustrasi menonton (pexels.com/Vitaly Gariev)

Menonton film sering kali identik dengan makanan ringan. Kebiasaan tersebut dapat dikembangkan menjadi bisnis snack yang secara khusus menyasar konsumen yang gemar melakukan movie night di rumah. Produk yang ditawarkan bisa berupa popcorn, keripik, cookies, cokelat, minuman, atau makanan ringan lainnya yang dikemas dalam bentuk paket.

Agar lebih menarik, produk dapat dibuat berdasarkan tema film atau suasana menonton. Misalnya, tersedia paket movie night untuk satu orang, paket pasangan, hingga paket keluarga. Kemasan juga dapat dibuat lebih menarik sehingga cocok digunakan untuk acara menonton bersama. Bisnis seperti ini tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menjual pengalaman kecil yang membuat aktivitas streaming terasa lebih spesial.

4. Jasa rekomendasi film dan serial

Content Creator (freepik.com/freepik)

Semakin banyak pilihan tontonan tidak selalu membuat konsumen lebih mudah menentukan film yang ingin ditonton. Justru sebaliknya, terlalu banyak pilihan dapat membuat seseorang menghabiskan waktu hanya untuk mencari tontonan yang menarik. Dari kondisi tersebut, jasa rekomendasi film dan serial dapat menjadi salah satu ide bisnis yang menarik, terutama jika dikemas secara lebih personal dan memiliki karakter yang berbeda dari sekadar membuat daftar film.

Bisnis ini dapat dijalankan melalui media sosial, newsletter, website, atau komunitas berbayar. Pelaku usaha bisa membuat rekomendasi berdasarkan genre, suasana hati, durasi waktu yang tersedia, hingga tema tertentu. Misalnya, pelanggan dapat meminta rekomendasi film untuk ditonton saat akhir pekan, film ringan setelah bekerja, atau serial yang cocok untuk ditonton bersama keluarga. Nilai bisnisnya bukan sekadar memberikan daftar judul, tetapi membantu konsumen menghemat waktu dalam menentukan tontonan.

5. Bisnis merchandise

Ilustrasi merchandise (pexels.com/Dagmara Dombrovska)

Popularitas film dan serial tertentu sering membuat penonton memiliki ketertarikan terhadap karakter, cerita, atau dunia yang ada di dalamnya. Ketertarikan tersebut dapat menciptakan peluang bisnis merchandise. Produk yang dibuat dapat berupa poster, tote bag, sticker, notebook, apparel, atau dekorasi yang memiliki tema tertentu.

Namun, pelaku usaha perlu memperhatikan aspek hak cipta dan merek ketika membuat merchandise. Salah satu pendekatan yang lebih aman adalah membuat produk dengan tema umum seperti genre film, budaya menonton, atau desain orisinal yang terinspirasi dari suasana tertentu tanpa menyalin karakter maupun logo yang dilindungi. Dengan kreativitas, bisnis merchandise tetap dapat memiliki daya tarik tanpa hanya bergantung pada penggunaan karya milik pihak lain.

Tren subscription streaming menunjukkan bahwa perubahan cara masyarakat menikmati hiburan dapat menciptakan peluang bisnis yang cukup luas. Bisnis yang muncul tidak harus selalu berupa aplikasi streaming baru karena industri hiburan memiliki banyak kebutuhan pendukung. Mulai dari snack movie night, rental proyektor, perangkat home theater, komunitas pecinta film, produk digital, jasa rekomendasi, hingga jasa pembuatan konten dapat berkembang karena adanya kebiasaan baru dalam menikmati hiburan.

Hal yang paling menarik dari model ini adalah perubahan cara konsumen memandang kepemilikan. Mereka semakin terbiasa membayar untuk mendapatkan akses, kenyamanan, dan pengalaman tanpa harus memiliki semuanya sendiri. Pola tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha untuk menciptakan model bisnis yang lebih fleksibel, termasuk subscription, rental, membership, dan bisnis berbasis pengalaman. Namun, peluang bisnis tetap perlu diuji berdasarkan kebutuhan pasar. Tidak semua ide akan langsung berhasil hanya karena mengikuti tren. Pelaku usaha perlu melihat siapa target konsumennya, masalah apa yang ingin diselesaikan, berapa biaya yang harus dikeluarkan, dan apakah konsumen benar-benar bersedia membayar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article