Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Stablecoin Terbesar di Dunia Kripto, USDT Masih Nomor Satu

5 Stablecoin Terbesar di Dunia Kripto, USDT Masih Nomor Satu
ilustrasi stablecoin (unsplash.com/CoinWire Japan)
  • Stablecoin dirancang menjaga nilai sekitar US$1 dan banyak dipakai untuk trading, transfer dana, serta transaksi blockchain; pasarnya bernilai ratusan miliar dolar.
  • USDT terbitan Tether tetap memimpin jauh berkat kapitalisasi pasar dan likuiditas tinggi, sementara USDC dari Circle menjadi pesaing terbesar untuk perdagangan, pembayaran, dan DeFi.
  • USDS, DAI, dan USDe menawarkan mekanisme berbeda dalam ekosistem DeFi; pengguna perlu mempertimbangkan penerbit, jaringan, likuiditas, mekanisme pendukung, serta risiko sebelum menggunakannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Stablecoin menjadi bagian penting dalam dunia kripto karena dirancang untuk memiliki nilai yang relatif stabil. Sebagian besar stablecoin terbesar mengikuti nilai dolar Amerika Serikat (AS), sehingga harganya berusaha bertahan di sekitar US$1. Aset ini banyak digunakan untuk trading, memindahkan dana, dan bertransaksi di berbagai jaringan blockchain.

Pasar stablecoin kini memiliki nilai ratusan miliar dolar, dengan beberapa aset yang menguasai sebagian besar peredarannya. USDT masih berada jauh di posisi pertama, tetapi sejumlah stablecoin lain terus berkembang dengan mekanisme yang berbeda. Berikut lima stablecoin terbesar di dunia kripto berdasarkan kapitalisasi pasar terbaru.

  1. 1. USDT masih menguasai pasar stablecoin

    Tether USDT
    Tether USDT (tether.to)

    USDT merupakan stablecoin yang diterbitkan oleh Tether dan masih menjadi yang terbesar di dunia. Kapitalisasi pasarnya berada jauh di atas stablecoin lain, sehingga menjadikannya salah satu aset paling penting dalam aktivitas perdagangan kripto. USDT tersedia di berbagai bursa dan jaringan blockchain, sehingga pengguna dapat menggunakannya untuk membeli, menjual, atau memindahkan aset digital.

    Likuiditas menjadi salah satu kekuatan utama USDT. Trader sering menggunakannya sebagai tempat sementara untuk menyimpan nilai ketika ingin keluar dari aset kripto yang harganya lebih berfluktuasi. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan jaringan yang digunakan karena biaya transaksi, kecepatan, dan dukungan setiap platform dapat berbeda.

  2. 2. USDC menjadi pesaing terbesar USDT

    USDC
    USDC (usdc.com)

    USDC berada di posisi kedua dan menjadi pesaing terbesar USDT di pasar stablecoin. Stablecoin ini diterbitkan oleh Circle dan dirancang untuk mempertahankan nilai sekitar satu dolar AS. USDC digunakan secara luas dalam perdagangan kripto, pembayaran digital, dan berbagai aplikasi berbasis blockchain.

    Salah satu alasan USDC banyak digunakan adalah keberadaannya di berbagai jaringan blockchain. Stablecoin ini juga memiliki peran penting dalam ekosistem decentralized finance atau DeFi. Meski kapitalisasi pasarnya masih berada di bawah USDT, USDC tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi pengguna yang membutuhkan aset digital dengan nilai relatif stabil.

  3. 3. USDS berkembang bersama ekosistem sky

    USDS
    USDS (usds.to)

    USDS merupakan stablecoin yang dikembangkan dalam ekosistem Sky, yang sebelumnya dikenal sebagai MakerDAO. Stablecoin ini menjadi salah satu aset terbesar di pasar setelah perubahan struktur dan pengembangan ekosistem Sky. Pertumbuhannya menunjukkan bahwa stablecoin tidak hanya berasal dari perusahaan besar yang beroperasi secara terpusat.

    USDS memiliki hubungan erat dengan ekosistem DeFi yang telah berkembang selama beberapa tahun. Stablecoin ini digunakan dalam berbagai layanan keuangan berbasis blockchain dan memiliki mekanisme berbeda dibandingkan dengan stablecoin seperti USDT atau USDC. Karena itu, pengguna perlu memahami cara kerja ekosistem pendukungnya sebelum menggunakan aset tersebut.

  4. 4. DAI memegang peran penting di ekosistem DeFi

    DAI
    DAI (makerdao.com)

    DAI merupakan salah satu stablecoin yang paling dikenal dalam dunia DeFi. Stablecoin ini memiliki pendekatan berbeda karena nilainya didukung oleh aset jaminan dalam sistem blockchain. Mekanisme tersebut membuat DAI tidak sepenuhnya bergantung pada cadangan kas tradisional seperti beberapa stablecoin lainnya.

    DAI banyak digunakan untuk aktivitas seperti meminjam, meminjamkan, dan menyediakan likuiditas dalam aplikasi DeFi. Namun, penggunaan sistem berbasis jaminan aset digital juga memiliki risiko tersendiri. Perubahan harga aset jaminan dan risiko smart contract dapat memengaruhi ekosistem yang mendukung stabilitas DAI.

  5. 5. USDe menggunakan sistem yang berbeda untuk menjaga nilainya

    Ethena USDe
    Ethena USDe (ethena.fi)

    USDe dari Ethena menjadi salah satu stablecoin terbesar dengan pendekatan yang berbeda dari stablecoin tradisional. Aset ini sering disebut sebagai dolar sintetis karena menggunakan strategi berbasis aset kripto dan posisi lindung nilai untuk menjaga stabilitas nilainya. Model tersebut membuat USDe memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan dengan stablecoin yang didukung langsung oleh kas.

    USDe berkembang cukup pesat di kalangan pengguna DeFi dan investor kripto. Namun, mekanisme yang lebih kompleks juga membuat risikonya perlu dipahami dengan lebih baik. Stabilitasnya bergantung pada strategi lindung nilai dan kondisi pasar, sehingga pengguna sebaiknya memahami cara kerjanya sebelum menjadikannya sebagai tempat menyimpan dana.

    Lima stablecoin terbesar di dunia kripto menjadi tanda bahwa pasar dolar digital kini memiliki berbagai model dan mekanisme. USDT masih memimpin dengan dominasi yang kuat, sementara USDC, USDS, DAI, dan USDe menawarkan karakteristik berbeda. Sebelum memilih stablecoin, kita perlu mempertimbangkan penerbit, mekanisme pendukung, likuiditas, jaringan blockchain, serta risiko yang ada di baliknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More