Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Siapa Pemilik Tip Top? Ini Sosok Pendiri dan Kisah Bisnisnya

Siapa Pemilik Tip Top? Ini Sosok Pendiri dan Kisah Bisnisnya
Tip Top Supermarket (tiptop.co.id)
  • Rusman Maamoer, kelahiran Padang 3 November 1933, adalah pendiri Tip Top. Pengalaman berdagang sejak kecil dan pendidikan Fakultas Ekonomi UI membentuk perjalanannya.
  • Setelah tujuh tahun berkarier di perbankan, Rusman merintis berbagai usaha sejak 1967. Inspirasi dari Eropa membawanya membuka toko Tip Top pertama di Rawamangun pada 1979.
  • Tip Top berkembang lewat harga kompetitif, margin wajar, dan prinsip perdagangan Islam seperti kejujuran. Setelah kebakaran Rawamangun pada 1991, usaha dibangun kembali dan diteruskan generasi penerus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nama Tip Top sudah lama dikenal sebagai salah satu jaringan swalayan yang menawarkan berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif terjangkau. Di balik perkembangan bisnis tersebut terdapat sosok Rusman Maamoer, pengusaha asal Minangkabau yang membangun usahanya dengan membawa nilai-nilai Islam dalam perdagangan. Perjalanan bisnisnya tidak berlangsung instan karena Rusman sempat mencoba sejumlah bidang usaha sebelum menemukan konsep yang kemudian berkembang menjadi Tip Top.

Menariknya, prinsip kejujuran dan mengambil keuntungan secara wajar menjadi bagian penting dari cara Rusman menjalankan bisnisnya. Ia juga pernah menghadapi ujian besar ketika gerai Tip Top di Rawamangun mengalami kebakaran pada 1991. Lantas, siapa pemilik Tip Top dan bagaimana perjalanan Rusman Maamoer membangun bisnis tersebut? Simak kisahnya berikut ini.

  1. 1. Rusman Maamoer menjadi sosok di balik berdirinya Tip Top

    Tip Top Supermarket
    Tip Top Supermarket (tiptop.co.id)

    Rusman Maamoer lahir di Padang pada 3 November 1933 dan tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan aktivitas perdagangan. Sang ayah yang juga berprofesi sebagai pedagang mengenalkan kepadanya pentingnya menjalankan usaha dengan berpegang pada ajaran Islam. Nilai tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi yang memengaruhi cara Rusman melihat dunia bisnis ketika beranjak dewasa.

    Ketertarikannya pada perdagangan bahkan sudah terlihat sejak masih berusia 11 tahun. Kala itu, Rusman berjualan kelapa dengan menggunakan gerobak dan menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer untuk membawa dagangannya ke pasar. Meski telah mulai mencari pengalaman sebagai pedagang, sang ayah tetap mengingatkan Rusman agar tidak mengabaikan pendidikan sehingga ia kemudian melanjutkan studi hingga Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

  2. 2. Sebelum membangun Tip Top, Rusman sempat berkarier di perbankan

    Tip Top Supermarket
    Tip Top Supermarket (tiptop.co.id)

    Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Indonesia, Rusman tidak langsung mendirikan usaha ritel. Ia terlebih dahulu bekerja di Bank Pembangunan Daerah dan menjalani karier selama sekitar tujuh tahun. Dalam perjalanan tersebut, Rusman bahkan dipercaya menduduki posisi direktur, tetapi keinginannya untuk memiliki usaha sendiri membuatnya memilih meninggalkan dunia perbankan.

    Mulai 1967, ia mencoba menekuni sejumlah bidang usaha, tetapi tidak semuanya berjalan sesuai harapan. Pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti mencari peluang yang lebih sesuai dengan dirinya. Pada 1978, Rusman melakukan perjalanan ke Eropa untuk mendapatkan inspirasi bisnis, hingga akhirnya muncul gagasan membuka toko yang menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat.

  3. 3. Tip Top bermula dari toko kecil di Rawamangun

    Tip Top Supermarket
    Tip Top Supermarket (tiptop.co.id)

    Gagasan tersebut diwujudkan pada 1979 melalui pendirian toko Tip Top pertama di Rawamangun, Jakarta. Saat itu, usahanya masih berukuran relatif kecil dengan lahan sekitar 400 meter persegi. Dari toko sederhana tersebut, Rusman secara bertahap membangun konsep ritel yang tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga berusaha mempertahankan prinsip perdagangan yang diyakininya.

    Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah memilih barang dagangan secara selektif serta menawarkan harga yang kompetitif. Rusman juga dikenal menerapkan margin keuntungan yang tidak terlalu besar sehingga harga produk dapat tetap terjangkau bagi konsumen. Konsep tersebut mendapat respons positif dan menjadi salah satu faktor yang membantu Tip Top berkembang dari toko kecil menjadi pasar swalayan dengan skala lebih besar.

  4. 4. Prinsip Islam dan ketangguhan menghadapi musibah menjadi warisannya

    Tip Top Supermarket
    Tip Top Supermarket (tiptop.co.id)

    Dalam menjalankan Tip Top, Rusman berusaha memasukkan nilai-nilai perdagangan Islam ke dalam praktik bisnis sehari-hari. Ia menekankan pentingnya kejujuran, memilih produk yang jelas asal-usulnya, serta mengambil keuntungan secara wajar. Pendekatan tersebut menjadi identitas yang membedakan Tip Top dari sekadar jaringan toko yang hanya berfokus pada transaksi jual beli.

    Perjalanan bisnisnya juga sempat menghadapi pukulan berat ketika Tip Top Rawamangun terbakar pada Juni 1991. Bangunan dan persediaan barang mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut, tetapi Rusman tidak menghentikan usahanya dan kembali membangun bisnisnya. Tip Top kemudian berkembang dengan pembukaan cabang, termasuk di Ciputat pada 1992, sementara jaringan usahanya terus dilanjutkan oleh generasi penerus setelah Rusman meninggal dunia pada 26 Desember 2007 di Singapura pada usia 74 tahun.

    Pada akhirnya, jawaban dari pertanyaan siapa pemilik Tip Top merujuk pada Rusman Maamoer sebagai pendiri dan sosok yang membangun bisnis tersebut sejak awal. Kisahnya menunjukkan bahwa perkembangan sebuah usaha dapat berawal dari langkah sederhana, selama dijalankan dengan ketekunan dan prinsip yang konsisten. Perjalanan Rusman juga menjadi contoh bahwa nilai yang diyakini seorang pengusaha dapat menjadi bagian dari identitas bisnis yang dibangunnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More