Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IFG Life Dorong Literasi Keuangan bagi Pengemudi Ojol Tunarungu
Ruang Amal Indonesia bersama IFG Life menggelar pelatihan pengelolaan keuangan. (Dok/Istimewa).
  • Ruang Amal Indonesia dan IFG Life menggelar pelatihan pengelolaan keuangan, safety riding, serta jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pengemudi ojol tunarungu di Jakarta.
  • Pelatihan yang didukung Kemenko PM diikuti 60 anggota KOTRI dari Jabodetabek, dengan pemerintah menegaskan penyandang disabilitas harus mendapat akses program pemberdayaan.
  • Januari-Juli 2026, IFG Life membayar klaim dan manfaat Rp9,4 triliun; premi tumbuh 32,87 persen, RBC 169 persen, dan rasio likuiditas 420,10 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ruang Amal Indonesia bersama IFG Life menggelar pelatihan pengelolaan keuangan, keselamatan berkendara (safety riding), dan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online (ojol) tunarungu.

Kegiatan yang didukung Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) tersebut digelar di Ruang Heritage, Gedung Kemenko PM, Jakarta.

1. Penyandang disabilitas harus mendapat akses dalam berbagai program pemberdayaan

Ruang Amal Indonesia bersama IFG Life menggelar pelatihan pengelolaan keuangan. (Dok/Istimewa).

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM Dyah Tri Kumolosari mengatakan, pemerintah ingin memastikan penyandang disabilitas mendapat akses dalam berbagai program pemberdayaan.

“Penyandang disabilitas adalah prioritas, bukan pelengkap. Pembangunan Indonesia adalah pembangunan yang inklusif, termasuk bagi teman-teman penyandang disabilitas. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan,” ujar Dyah.

2. Bekali tips perencanaan keuangan

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menilai masyarakat perlu semakin memperhatikan perencanaan dan perlindungan finansial jangka panjang. (Dok/Istimewa).

Sementara itu, CEO Ruang Amal Indonesia Slamet Tuharie mengatakan, pelatihan diikuti 60 pengemudi ojol tunarungu yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Relawan Indonesia (KOTRI).

“Peserta hari ini 60 orang dari Jabodetabek. Di Jabodetabek sendiri jumlah pengemudi ojol tunarungu sekitar 1.300 orang. Kegiatan ini merupakan kali kedua dengan IFG Life,” kata Slamet.

Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan, materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut mencakup perencanaan keuangan dan keselamatan berkendara.

Ia berharap materi pelatihan dapat diterapkan peserta dalam aktivitas sehari-hari.

3. IFG Life sudah bayar klaim Rp9,4 miliar

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Sebelumnya, IFG Life sudah membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabah sebesar Rp9,4 triliun sepanjang Januari-Juli 2026.

Direktur Keuangan IFG Life Ryan Diastana Firman mengatakan, pembayaran klaim tersebut didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang tetap tumbuh positif. Hal ini tercermin dari pendapatan premi IFG Life yang tumbuh 32,87 persen secara tahunan pada periode yang sama.

"Realisasi pembayaran klaim ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban nasabah. Semua angka ini menjadi indikator bahwa IFG Life memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi kewajiban," kata Ryan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Dari sisi kesehatan keuangan, IFG Life mencatat tingkat solvabilitas atau Risk-Based Capital (RBC) sebesar 169 persen per Juli 2026. Angka tersebut berada di atas batas minimum regulasi sebesar 120 persen.

"Sementara itu, rasio likuiditas IFG Life meningkat menjadi 420,10 persen pada 2026, dari 199,32 persen pada 2025," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article