ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
Sebelumnya, IFG Life sudah membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabah sebesar Rp9,4 triliun sepanjang Januari-Juli 2026.
Direktur Keuangan IFG Life Ryan Diastana Firman mengatakan, pembayaran klaim tersebut didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang tetap tumbuh positif. Hal ini tercermin dari pendapatan premi IFG Life yang tumbuh 32,87 persen secara tahunan pada periode yang sama.
"Realisasi pembayaran klaim ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban nasabah. Semua angka ini menjadi indikator bahwa IFG Life memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi kewajiban," kata Ryan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Dari sisi kesehatan keuangan, IFG Life mencatat tingkat solvabilitas atau Risk-Based Capital (RBC) sebesar 169 persen per Juli 2026. Angka tersebut berada di atas batas minimum regulasi sebesar 120 persen.
"Sementara itu, rasio likuiditas IFG Life meningkat menjadi 420,10 persen pada 2026, dari 199,32 persen pada 2025," jelasnya.