Ilustrasi atap rumah dengan panel surya (freepik.com)
Ia menambahkan, energi surya kini dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional mulai dari sistem pendingin, pengolahan air, pencahayaan, hingga fasilitas produksi dan gudang. IHI sendiri merupakan bagian dari Kenvue, Inc. yang beroperasi di Indonesia dengan portofolio produk kesehatan seperti Mylanta, Tylenol, Benadryl/Bactidol, Imodium, Daktarin, hingga Motilium.
"Produk-produk tersebut tidak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga diekspor ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Filipina, Thailand, hingga Australia," tulisnya.
Dalam industri healthcare manufacturing, kebutuhan energi tergolong tinggi dan stabil. Operasional seperti cleanroom, laboratorium, HVAC, cold-chain logistics, pengolahan air, hingga proses produksi dan pengemasan menuntut kontinuitas energi tanpa kompromi terhadap standar kualitas. Karena itu, transisi energi di sektor ini membutuhkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga andal secara operasional.
PLTS yang terpasang di fasilitas IHI diproyeksikan menghasilkan 1.012.503 kWh per tahun dan mampu menurunkan emisi karbon hingga 787,73 ton CO₂ per tahun, atau setara dengan penanaman lebih dari 13 ribu pohon. Selain aspek lingkungan, pemanfaatan energi surya juga diharapkan membantu perusahaan menekan volatilitas biaya energi jangka panjang.