Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Indocement Bangun PLTS 71,9 MW di 3 Pabrik Semen

Indocement Bangun PLTS 71,9 MW di 3 Pabrik Semen
Pembangunan PLTS Indocement. (Dok. Indocement)
Intinya Sih
  • Indocement membangun PLTS berkapasitas total 71,9 MW di tiga pabriknya untuk mendukung transisi energi dan menjadi instalasi terbesar di sektor semen Indonesia.
  • Proyek ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih per tahun serta menurunkan emisi karbon hingga 85 ribu ton CO2 setiap tahun.
  • Indocement bekerja sama dengan SUN Energy melalui skema sustainability-as-a-service guna memastikan efisiensi biaya, ketahanan energi, dan dukungan terhadap dekarbonisasi industri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 71,9 megawatt (MW) di tiga kompleks pabriknya, yakni Citeureup, Cirebon, dan Tarjun. Proyek tersebut diklaim menjadi instalasi PLTS terbesar pada sektor semen di Indonesia.

Direktur Indocement Holger Mørch menyatakan industri semen saat ini dituntut melakukan transformasi, termasuk dalam upaya menekan emisi karbon dari kegiatan operasional.

"Kami memilih untuk memimpinnya. Pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

1. PLTS diproyeksikan hasilkan 108 juta kWh energi bersih

IMG-20260525-WA0011.jpg
Pembangunan PLTS Indocement. (Dok. Indocement)

Pembangunan PLTS disebut sebagai bagian dari upaya mendorong transisi energi di industri berat atau hard-to-abate sector. Indocement menilai langkah tersebut juga sejalan dengan target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060 serta peningkatan bauran energi baru terbarukan.

Instalasi PLTS diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih setiap tahun, dan diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon lebih dari 85 ribu ton CO2 per tahun. Dampak lingkungan yang dihasilkan juga disebut setara dengan penanaman sekitar 1,4 juta pohon setiap tahun.

2. Jadi bagian strategi penurunan emisi karbon

Ilustrasi emisi karbon industri. (pixabay.com/marcinjozwiak)
Ilustrasi emisi karbon industri. (pixabay.com/marcinjozwiak)

Indocement menyatakan proyek PLTS tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menekan jejak karbon operasional.

Upaya itu dilakukan melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti refuse-derived fuel (RDF), penggunaan bahan baku alternatif untuk menekan emisi proses produksi, penyusunan roadmap energi rendah karbon, hingga pengembangan produk semen yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari Heidelberg Materials, Indocement menyebut penerapan strategi keberlanjutan di Indonesia juga mengacu pada standar global grup perusahaan tersebut.

3. Gandeng pengembang untuk menggarap PLTS

ilustrasi PLTS (pexels.com/@gustavo-fring)
ilustrasi PLTS (pexels.com/@gustavo-fring)

Dalam pengembangan proyek tersebut, Indocement menggandeng pengembang PLTS, SUN Energy sebagai mitra penyedia solusi energi terbarukan. Director of Power SUN Jefferson Kuesar menyatakan perusahaan tidak hanya sebagai penyedia PLTS, tetapi juga mitra dekarbonisasi industri.

Melalui skema sustainability-as-a-service, SUN Energy menyediakan sistem yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional industri berat, menjaga efisiensi biaya jangka panjang, serta meningkatkan ketahanan energi di tengah kondisi energi global yang fluktuatif.

Dia mengatakan solusi yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan operasional industri agar tetap berjalan andal dalam jangka panjang serta mendukung daya saing perusahaan.

"Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan bahwa transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri," kata dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More