IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 6.804,9 pada perdagangan Senin(7/2/2022) sore. Angka tersebut merupakan level tertinggi IHSG sepanjang massa.
"Indeks ditutup ke level harga 6.804 masih berada di harga rata-rata time high. Data perdagangan mencatat nilai transaksi IHSG pada hari ini kembali meningkat menjadi Rp 12,9 triliun," kata Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo kepada IDN Times.
Berikut ini adalah penyebab IHSG hari ini menjadi yang tertinggi sepanjang massa.
1. Harga minyak dunia dan pertumbuhan ekonomi yang membaik

Sutopo mengungkapkan dua faktor yang IHSG hari ini menjadi yang tertinggi sepanjang massa hari ini, yakni harga minyak dunia yang sempat mencapai hingga 91 dolar AS per barel.
"Kedua adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ada di level 3.69 persen di 2021, membaik dibanding 2020 yang minus 2.07 persen," kata Sutopo.
2. IHSG bisa tembus level 7.000!

Sutopo mengatakan IHSG mempunyai level resistensi psikologis di level 7.000. Namun menurutnya sebelum mencapai level tersebut, IHSG akan terkoreksi karena aksi profit taking.
"Harga rata-rata saat ini cukup kritis sewaktu-waktu bisa terjadi koreksi yang dalam, mengingat hampir rata-rata saham global mengalami koreksi belakangan ini. Investor cenderung harus berhati-hati," ujar Sutopo.
"Pasar Saham Indonesia atau IHSG diperkirakan akan diperdagangkan pada level 6.500 poin pada akhir kuartal ini," katanya menambahkan.
3. Pergerakan IHSG hari ini

Diberitakan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 73,5 poin atau 1,09 persen ke level 6.804,9 pada perdagangan Senin (7/2/2022) sore. Penguatan ini terjadi setelah IHSG dibuka di zona hijau dan bergerak positif sepanjang hari.
Dilansir RTI, IHSG mencapai puncak tertingginya di level 6.806,7 dan titik terendahnya 6.748,9 pada awal perdagangan.
Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 20 poin ke level 6.751,3. Berdasarkan pantauan IDN Times, data RTI pukul 09.37 WIB menunjukkan IHSG stabil di zona hijau dan cenderung terus menanjak pada level 6.796,9 atau menguat 65,5 poin (+0,97 persen).
Investor membukukan transaksi sebesar Rp12,9 triliun dengan volume sebesar 24,5 miliar lembar saham dan frekuensi sebanyak 1,58 juta kali. Ada 319 saham yang menguat, 203 melemah, dan 160 lainnya stagnan.



















