Pembangunan Rumah buat Warga Bantaran Rel Senen Dimulai

- WIKA mulai membangun 113 unit hunian sementara modular untuk warga bantaran rel Senen, dengan target selesai pada Juni 2026 melalui skema design and build.
- Hunian modular berukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter ini dilengkapi fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, ruang terbuka, musholla, dan dapur umum agar warga mendapat tempat tinggal layak.
- Selain WIKA, proyek hunian di lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia ini juga melibatkan Hutama Karya dan PTPP sebagai kontraktor pelaksana pembangunan total 324 unit.
Jakarta, IDN Times - Pembangunan hunian untuk warga bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat dimulai. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mulai membangun hunian sementara (huntara) untuk merelokasi warga yang bernaung di area proyek tersebut.
Dalam proyek ini, WIKA mengerjakan 113 unit hunian sementara (huntara) modular dari total 324 unit.
1. Proyek ditargetkan selesai 15 Juni 2026

Proyek dimulai pada 3 April 2026 dan ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026 dengan skema kontrak design and build.
“Perseroan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan kualitas terbaik, sehingga dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang akan menjadi penghuni,” kata Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/4/2026).
2. Warga bantaran rel Senen bakal dapat hunian layak

Dengan rumah modular itu, warga di bantaran rel kereta api Senen bakal mendapat hunian layak yang terintegrasi dengan transportasi umum.
Setiap unit rumah modular itu memiliki luas kurang lebih 4,5 x 4,5 meter dan dilengkapi fasilitas dasar seperti air bersih PDAM, listrik, fasilitas umum, ruang terbuka, serta infrastruktur pendukung seperti jalan akses, drainase, musala, taman bermain, dan dapur umum.
“Proyek hunian di Senen ini menjadi wujud dukungan WIKA dalam menghadirkan solusi hunian yang tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga terintegrasi dengan sistem transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tutur Agung.
3. Hutama Karya dan PTPP juga bakal terlibat

Selain WIKA, sebelumnya Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) juga akan menjadi kontraktor hunian di kawasan tersebut.
Adapun proyek itu dibangun di atas lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
“WIKA, HK, dan PP, 324 (unit),” kata Dony usai mengunjungi Rusunawa Cinta Kasih Tzu Chi di Jakarta Barat, Minggu (5/3/2026).


















