Jakarta, IDN Times - Inggris pada Senin (16/3/2026), resmi meluncurkan program bantuan besar-besaran senilai 1 miliar poundsterling (Rp22,58 triliun) untuk mengatasi masalah pengangguran di kalangan generasi muda yang saat ini sedang berada dalam kondisi kritis. Langkah berani ini diambil untuk membuka peluang kerja baru sekaligus memperkuat pondasi ekonomi nasional yang sempat goyah akibat perubahan pasar tenaga kerja global pasca pandemi.
Selain fokus pada lapangan kerja, Perdana Menteri Keir Starmer juga mengumumkan kebijakan perlindungan sosial bagi warga yang kesulitan membayar tagihan listrik dan pemanas akibat krisis energi di Timur Tengah. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya hidup masyarakat pekerja agar tetap sejahtera meskipun situasi politik dunia sedang mengalami ketidakpastian yang cukup tinggi.
