Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Usai Mataf Masjidil Haram, Waskita Bidik Proyek Baru di Arab Saudi

Usai Mataf Masjidil Haram, Waskita Bidik Proyek Baru di Arab Saudi
Gedung PT Waskita Karya (Dok. Waskita Karya)
Intinya Sih
  • Waskita Karya berencana memperluas pasar internasional dengan fokus pada proyek infrastruktur di Arab Saudi dan Timur Tengah melalui kemitraan strategis serta partisipasi dalam tender besar.
  • Perusahaan pernah mengerjakan renovasi area mataf Masjidil Haram senilai 59 juta riyal Saudi yang meningkatkan kapasitas jemaah dari 48 ribu menjadi lebih dari 105 ribu orang.
  • Waskita memiliki lisensi operasional resmi di Arab Saudi, memungkinkan perusahaan mengikuti berbagai tender konstruksi dan memperkuat portofolio proyek globalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyatakan bakal terus memperluas pasar proyek internasional, khususnya di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah. Badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi itu menyiapkan sejumlah strategi.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita memaparkan strategi yang dimaksud termasuk menjalin kemitraan strategis untuk menangkap peluang proyek dan mengikuti tender infrastruktur di kawasan tersebut.

Dia menyampaikan pengalaman mengerjakan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi perusahaan sebagai kontraktor yang telah berpengalaman menggarap berbagai proyek infrastruktur di dalam maupun luar negeri.

"Pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman selama 65 tahun mengerjakan lebih dari 100 infrastruktur dalam 10 tahun terakhir, seperti gedung pencakar langit, masjid, sekolah, infrastruktur konektivitas, bandara, infrastruktur air, dan sebagainya. Tidak hanya secara nasional tapi juga internasional," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

1. Renovasi mataf Masjidil Haram jadi salah satu proyek utama

Pemandangan udara Masjidil Haram di Mekkah dengan ribuan jamaah mengelilingi Ka'bah di area tengah masjid yang luas.
Foto udara Masjidil Haram di Mekkah memperlihatkan ribuan jamaah yang sedang melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah (Dok. MCH 2026)

Salah satu proyek yang pernah dikerjakan Waskita di Arab Saudi adalah renovasi area mataf atau area terbuka di sekitar Ka'bah di Masjidil Haram pada 2013. Proyek tersebut merupakan bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi.

Renovasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas area mataf agar dapat menampung lebih banyak jemaah. Kapasitas area tersebut disebut meningkat dari sekitar 48 ribu orang menjadi lebih dari 105 ribu orang setelah proyek rampung.

Peningkatan kapasitas itu dilakukan di tengah tingginya jumlah jemaah yang datang ke Masjidil Haram setiap musim haji. Tahun ini, jumlah jemaah asal Indonesia kembali mencapai lebih dari 221 ribu orang.

"Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional, apalagi Masjidil Haram merupakan tempat suci dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia," ujar Ermy.

Dalam pengerjaannya, proyek memanfaatkan metode formwork slab dan cantilever beam sebagai acuan pembentukan struktur beton agar sesuai desain yang direncanakan. Pada bagian bekisting dinding balok digunakan panel baju, sementara bagian bawah konstruksi menggunakan triplek dan peri kayu untuk mendukung proses pembangunan.

2. Pernah bangun kampus hingga distrik finansial

Gedung Waskita Karya (Dok. Istimewa)
Gedung Waskita Karya (Dok. Istimewa)

Selain proyek mataf, kontraktor pelat merah itu juga mencatat sejumlah proyek lain di Arab Saudi. Perusahaan pernah mengerjakan King Saud Fitness College pada 2011 dengan nilai kontrak 16 juta riyal Saudi.

Kemudian terdapat proyek King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 dengan nilai proyek mencapai 50 juta riyal Saudi.

Waskita juga terlibat dalam pembangunan King Abdullah Financial District (KAFD) pada periode 2010-2012 yang terdiri dari 31 lantai. Selain itu, perusahaan mencatat pembangunan Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah sebagai bagian dari portofolio proyek internasionalnya.

3. Miliki lisensi operasional di Arab Saudi

ilustrasi pembangunan infrastruktur
ilustrasi pembangunan infrastruktur (pexels.com/AS Photography)

Waskita Karya saat ini memiliki lisensi operasional dan kehadiran resmi di Arab Saudi sehingga memungkinkan perusahaan mengikuti berbagai tender proyek konstruksi di negara tersebut.

Dengan dukungan perizinan tersebut, perusahaan menyatakan akan terus memperluas keterlibatan pada proyek-proyek infrastruktur internasional, khususnya di Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More