Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Alasan Danantara Mau Bentuk Holding Sekuritas BUMN

Ini Alasan Danantara Mau Bentuk Holding Sekuritas BUMN
MD Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Danantara Indonesia mengakuisisi BRI Manajemen Investasi dan PNM Investment Management senilai Rp1,32 triliun sebagai langkah membentuk holding sekuritas BUMN yang berdiri terpisah dari bank-bank Himbara.
  • Pembentukan holding dilakukan karena aset perusahaan sekuritas BUMN sudah terlalu besar, sehingga perlu spin-off agar bisa memperluas skala bisnis dan mengambil keputusan lebih cepat tanpa bergantung pada induk bank.
  • Rohan Hafas menegaskan investasi Danantara di pasar modal tidak terkait langsung dengan pembentukan Holding Sekuritas BUMN, melainkan bagian dari strategi tersendiri melalui Danantara Investment Management.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia mengambilalih sejumlah perusahaan sekuritas atau manajemen investasi (MI) di bawah ekosistem BUMN. Terbaru, Danantara mengambilalih PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) dan PT PNM Investment Management (PNM-IM) dengan nilai transaksi Rp1,32 triliun.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pembentukan holding manajemen aset, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan sekuritas milik BUMN, terutama sekuritas-sekuritas milik bank BUMN.

“Akuisisi itu adalah berarti mereka akan berdiri sendiri menjadi sebuah BUMN sendiri. Tidak dibawah bank-bank. Jadi dia holding sendiri,” kata Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

1. Aset perusahaan sekuritas BUMN sudah terlalu besar

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Rohan mengatakan, perusahaan-perusahaan sekuritas milik BUMN, terutama Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) memiliki aset yang sudah terlalu besar, sehingga dilakukan spin-off atau pemisahan.

“Itu kan karena size-nya kan sudah besar. Dalam kurun waktu dulu sampai sekarang. Dulu dia masih sebuah anak perusahaan di sebuah bank. Mandiri sekuritas, BNI sekuritas, dan seterusnya. Sekarang dia tuh sudah layak ini. Seperti mungkin supaya tidak banyak pemikiran yang lebih menyimpang lah ya berpikirnya,” tutur Rohan.

Dengan pemisahan itu, maka perusahaan sekuritas memiliki peluang lebih untuk memperbesar skalanya. Dia pun menyontohkan spin-off unit usaha syariah (UUS) Bank Mandiri, yakni Bank Mandiri Syariah yang kemudian dimerger dengan BRI Syariah dan BNI Syariah, menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.

“Sama aja sama Bank Syariah Indonesia. Sekarang kan jadi BUMN sendiri. Why? Sudah gede kan asetnya sudah berapa ratus triliun kan. Padahal dulu startnya sebagai Bank Syariah Mandiri. Anak perusahaannya mandiri juga gitu. Dari kecil-kecil-kecil jadi besar,” ucap Rohan.

2. Bisa ambil keputusan lebih cepat

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02 (2).jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dengan pembentukan holding itu, maka perusahaan sekuritas milik Himbara yang dipisahkan bisa membuat keputusan lebih cepat.

“Dia bisa mengambil keputusan lebih cepat, karena nggak usah ke induk kan,” ujar Rohan.

3. Rencana investasi Danantara di pasar modal tak terikat dengan Holding Sekuritas BUMN

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Dalam kesempatan itu, Rohan juga mengatakan terkait aksi Danantara berinvestasi di pasar modal, menurutnya tak berkaitan rencana kerja Holding Sekuritas BUMN itu.

“Danantara masuk apa enggak masuk (ke pasar modal) bukan terkait dengan punya sekuritas atau tidak punya sekuritas. Itu kan kanal saja. Kalau kebutuhan dia masuk-enggak masuk kan it’s another issue,” kata Rohan.

Sebagai informasi, Danantara melalui Danantara Investment Management (DIM) telah aktif masuk ke pasar modal sejak tahun lalu, dengan mengincar saham yang punya fundamental kuat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More