Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Alasan TransTRACK Perluas Ekspansi di Timur Tengah

Ini Alasan TransTRACK Perluas Ekspansi di Timur Tengah
Ulang tahun ke-7, TransTRACK perluas ekspansi di Asia Tenggara dan Timur Tengah (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • TransTRACK tetap melanjutkan ekspansi ke Timur Tengah meski ada konflik, karena mitra di Qatar dan negara lain masih optimis situasi akan segera membaik.
  • Perusahaan melihat potensi besar di Kuwait, Bahrain, dan Oman yang membutuhkan dukungan teknologi efisien dari luar, termasuk dari Indonesia.
  • Memasuki tahun ketujuh, TransTRACK menargetkan ekspansi global ke lebih dari 10 negara hingga 2028 dengan fokus pada sektor maritim, pertambangan, dan perkebunan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - TransTRACK mengungkapkan alasan memperluas ekspansinya di Timur Tengah di tengah konflik yang terjadi di sana antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran. Sebelumnya, perusahaan technology enabler yang berfokus pada digitalisasi operasional armada tersebut telah hadir di negara-negara teluk seperti Qatar dan Arab Saudi.

COO TransTRACK, Ledi Hari Setiawan menyatakan, situasi dan suasana di Timur Tengah sekarang jika dilihat secara kasat mata memang tidak meyakinkan untuk menjalankan bisnis.

"Tapi in practical sebenarnya kalau boleh kami bilang yang tidak seburuk itu karena sampai hari ini, sebagai contoh mitra kerja kami di Qatar juga terus melakukan persiapan-persiapan. Mereka sendiri juga optimis bahwa situasi di sana akan segera membaik dalam waktu secepatnya," ujar Ledi di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

1. Situasi akan membaik segera

TransTRACK 6.jpeg
Dubes Indonesia untuk SIngapura sedang berbincang pada pembukaan kantor baru startup TransTRACK di Singapura.

Ledi menambahkan, serangkaian kegiatan seperti bidding untuk beberapa aktivitas di mining offshore juga masih tetap dilakukan dan TransTRACK terus mendapatkan kabar terkini terkait itu. Dengan begitu, TransTRACK pun juga meyakini situasi tidak pasti yang terjadi di Timur Tengah saat ini akan membaik segera.

"Keberadaan kami di sana pun juga ditunggu bahkan beberapa mitra kami sudah mengundang kami untuk segera ke Timur Tengah, tapi ya kami masih tunda dulu sampai kami meyakini betul situasi sudah cukup aman," tutur Ledi.

2. Prospek di Timur Tengah sangat besar

Ilustrasi kilang minyak (pexels.com/loic-manegarium)
Ilustrasi kilang minyak (pexels.com/loic-manegarium)

Di sisi lain, Ledi mengungkapkan prospek bisnis di tiga negara yang jadi sasaran perluasan ekspansi di Timur Tengah, yakni Kuwait, Bahrain, dan Oman sangatlah besar. Meskipun secara pendapatan negara jauh lebih besar dari Indonesia, tapi ketiga negara tersebut masih memerlukan dukungan teknologi yang besar dari luar, termasuk Indonesia.

"Awalnya kiblat mereka ke negara barat sekarang mereka juga sudah memberi kesempatan pada negara seperti Indonesia contohnya untuk hadir di sana karena mereka ingin sesuatu yang lebih efisien, sesuai dengan kultur mereka. Kita punya kultur yang sama dengan mereka," kata Ledi.

3. Perluasan ekspansi di Timur Tengah dan Asia Tenggara

Apa itu ekspansi
ilustrasi ekspansi perusahaan (unsplash/issac smith)

Setelah ekspansi ke Malaysia, Singapura, Australia serta pasar Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar, TransTRACK kini menargetkan ekspansi lanjutan ke Vietnam dan Thailand, serta pasar Timur Tengah lainnya seperti Oman, Bahrain, dan Kuwait.

“Memasuki tahun ketujuh, kami melihat momentum yang sangat kuat untuk scale-up secara global, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Ini adalah pasar dengan kebutuhan fleet intelligence yang tinggi dan kompleksitas operasional yang semakin meningkat. Fokus kami adalah menghadirkan solusi yang tidak hanya scalable secara global, tetapi juga deeply localized agar benar-benar relevan dan berdampak di setiap market,” tutur Co-Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari.

Adapun untuk tahun ini, TransTRACK menargetkan ekspansi ke lebih dari 10 negara dan penetrasi ke 10 sektor industri utama hingga 2028. Fokus ekspansi mencakup sektor maritim, pertambangan, dan perkebunan yang memiliki potensi pasar besar serta karakteristik high ARPU dan high switching cost.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More