Ini Arahan Prabowo soal Penguatan Transpraransi-Integritas Pasar Modal

- Presiden Prabowo memerintahkan percepatan reformasi pasar modal melalui demutualisasi bursa.
- Peningkatan minimum free float saham menjadi 15 persen untuk meningkatkan likuiditas pasar.
- Transparansi pasar modal akan ditingkatkan dengan pengetatan aturan terkait pemilik akhir saham.
Jakarta, IDN Times – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar modal. Dalam hal ini, Presiden memerintahkan percepatan proses reformasi pasar modal, termasuk melalui demutualisasi bursa.
"Proses reformasi pasar modal secara struktural akan dilakukan melalui demutualisasi bursa," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Selain itu, reformasi juga mencakup peningkatan likuiditas pasar melalui kenaikan minimum free float saham menjadi 15 persen, sesuai dengan standar global.
Free float yang lebih tinggi berarti lebih banyak saham yang akan dilepas ke publik, yang pada gilirannya akan meningkatkan likuiditas pasar dan memberikan peluang investasi yang lebih besar bagi masyarakat.
"Artinya, semakin banyak saham yang akan dilepaskan ke publik, sehingga bursa menjadi lebih transparan, likuid, dan berintegritas," tegasnya.
Peningkatan transparansi juga akan dilakukan dengan pengetatan aturan terkait beneficial ownership atau pemilik akhir saham. Setiap pemegang saham yang berpengaruh di pasar modal diharuskan untuk lebih terbuka mengenai kepemilikan dan afiliasinya.
Hal ini akan mengurangi potensi konflik kepentingan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.
"Kejelasan terkait pemilik akhir dan afiliasi pemegang saham akan mempercepat evolusi struktural, termasuk percepatan demutualisasi, agar bursa Indonesia sejajar dengan bursa modern internasional," tegasnya.
















