Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Sebut Iran Tekor Rp83 Triliun dari Sektor Minyak imbas Blokade

AS Sebut Iran Tekor Rp83 Triliun dari Sektor Minyak imbas Blokade
ilustrasi tambang minyak (pexels.com/Jan Zakelj)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat memblokade seluruh pelabuhan Iran sejak 13 April 2026, menyebabkan Iran kehilangan pendapatan minyak sekitar Rp82,3 triliun karena ekspor terhenti.
  • Blokade dilakukan oleh pasukan CENTCOM untuk menekan Iran agar menyetujui perdamaian setelah negosiasi di Islamabad gagal mencapai kesepakatan.
  • AS telah menyita dua kapal tanker Iran dan memperluas blokade hingga Selat Hormuz, membuat puluhan kapal tertahan serta memicu kekhawatiran kenaikan harga minyak global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat menyebut Iran telah kehilangan pendapatan dari sektor minyak sebesar 4,8 miliar dolar AS atau Rp82,3 triliun imbas blokade pelabuhan yang mereka lakukan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat di Kementerian Pertahanan AS kepada Axios pada Sabtu (02/5/2026).

Menurut pejabat tersebut, blokade ini membuat Iran tidak bisa mengekspor minyak ke luar negeri. Imbasnya, cadangan minyak mereka yang berlimpah jadi tertimbun di dalam negeri dan tidak bisa dijual. Padahal, minyak-minyak tersebut sangat dibutuhkan oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

1. AS mulai memblokade semua pelabuhan Iran sejak April

Kapal-kapal dagang sedang berlabuh di pelabuhan.
ilustrasi pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)

AS sendiri mulai memblokade semua pelabuhan milik Iran, termasuk yang ada di Teluk Arab dan Teluk Oman, pada 13 April lalu. Blokade ini dilakukan langsung oleh pasukan Pusat Komando AS (CENTCOM) yang bertugas di Timur Tengah. 

Blokade ini praktis membuat kapal-kapal minyak dari seluruh dunia, termasuk dari Iran sendiri, tidak bisa masuk dan keluar dari pelabuhan milik mereka. Hal ini lantas membuat pasokan minyak ke pasar global terganggu. 

"Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada tanggal 13 April pukul 10 pagi ET sesuai dengan proklamasi Presiden (Donald Trump)," bunyi pernyataan CENTCOM, seperti dilansir Anadolu Agency.  

2. Blokade dilakukan untuk menekan Iran agar menyetujui perdamaian

Perdamaian
ilustrasi perdamaian (unsplash.com/Road Ahead)

Menurut keterangan CENTCOM, blokade ini dilakukan untuk menekan Iran agar segera menyepakati perdamaian dengan AS. Sebab, negosiasi perdamaian yang dilakukan AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada 11 April berakhir nihil karena Iran tidak kunjung menyetujui perdamaian.  

CENTCOM menambahkan, blokade ini dilakukan secara adil dan tidak memihak. Artinya, kapal dari negara mana pun akan dilarang untuk masuk dan keluar dari pelabuhan milik Iran.

"Blokade ini akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran," tambah CENTCOM dalam pernyataannya. 

3. AS sudah menyita dua kapal minyak Iran karena melanggar blokade

Kapal tanker minyak.
ilustrasi kapal tanker minyak (unsplash.com/Scott Tobin)

Imbas blokade ini, dua kapal tanker minyak milik Iran dikabarkan sudah disita oleh AS. Ini terjadi karena kapal-kapal tersebut diduga melanggar aturan blokade yang sudah diterapkan oleh Negeri Paman Sam. 

Selain memblokade semua pelabuhan Iran, AS kini juga memblokade Selat Hormuz. Kebijakan ini membuat 31 kapal tanker yang membawa sekitar 53 juta barel minyak tertahan di Teluk Persia karena tidak bisa melewati selat tersebut. 

Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa (28/4/2026), Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan memperpanjang blokade Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. Menurut laporan tersebut, Trump saat ini sudah menginstruksikan para jajarannya agar segera menyiapkan operasi untuk memperpanjang blokade Selat Hormuz. 

Rencana ini lantas menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan harga minyak global. Sebab, jika AS terus memblokade Selat Hormuz, pasokan minyak jadi makin terganggu sehingga harganya bisa makin naik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More