Jakarta, IDN Times – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong lahirnya standar ideal dalam pengembangan hilirisasi nikel nasional. Di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap rantai pasok mineral kritis yang berkelanjutan, keberhasilan hilirisasi dinilai tidak lagi hanya diukur dari besarnya volume produksi, tetapi juga dari kualitas tata kelola lingkungan, sosial, dan transparansi yang diterapkan.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan North Maluku Sustainability Trip yang digelar Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia bersama Kadin Indonesia dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Weda, Maluku Utara. Kegiatan ini mempertemukan organisasi internasional, investor, akademisi, pelaku industri, hingga pembuat kebijakan untuk melihat langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di kawasan tersebut.
Indonesia sendiri saat ini tercatat sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Berdasarkan data terbaru U.S. Geological Survey (USGS), cadangan nikel Indonesia mencapai 62 juta ton atau sekitar 44,3 persen dari total cadangan global. Sebagian besar cadangan tersebut berada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
