- 11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7 persen)
- 12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2 persen)
- 13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4 persen)
- 14 Maret: 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7 persen)
- 15 Maret: 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (110,6 persen)
- 16 Maret: 173.753 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (106,3 persen)
- 17 Maret: 191.413 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (117,1 persen)
- 18 Maret: 205.842 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (125,9 persen)
- 19 Maret: 196.324 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (120,1 persen)
- 20 Maret: 167.659 pelanggan dari 160.252 kapasitas tempat duduk (104,6 persen).
KAI Angkut 1,99 Juta Penumpang di Arus Mudik Lebaran 2026

- KAI mengangkut total 1,99 juta penumpang selama arus mudik Lebaran 2026, terdiri dari 1,69 juta pelanggan jarak jauh dan 302 ribu pelanggan lokal di Jawa dan Sumatra.
- Penjualan tiket mencapai 3,79 juta atau 84,5 persen dari total kursi yang disediakan untuk periode 11 Maret–1 April 2026, menunjukkan tren kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI.
- Pada hari pertama Lebaran, sekitar 174 ribu penumpang dijadwalkan bepergian dengan tingkat okupansi mencapai lebih dari 100 persen karena sistem rotasi kursi antarrelasi perjalanan.
Jakarta, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengangkut sebanyak 1.997.779 orang selama periode arus mudik Lebaran 2026, yaitu 11-20 Maret 2026.
Angka itu merupakan akumulasi dari 1.695.218 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), dan 302.561 pelanggan KA Lokal di Pulau Jawa dan Sumatra.
1. Puncak mudik jatuh pada 18 Maret

Seiring dengan peningkatan tersebut, volume pelanggan dan tingkat okupansi harian Kereta Api Jarak Jauh pada 11–20 Maret 2026 menunjukkan tren yang terus bergerak naik. Adapun puncak arus mudik pada moda kereta api jatuh pada Rabu, (18/3). Berikut rinciannya:
2. KAI menjual 3,8 juta tiket kereta

Hingga hari ini, Sabtu (21/3/2026) pukul 10.00 WIB, tiket yang telah terjual mencapai 3.799.365 tiket atau 84,5 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Dengan capaian tersebut, masih tersedia 699.331 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk arus balik.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan peningkatan penjualan itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api terus menguat sebagai pilihan perjalanan Lebaran.
“Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret. Hal ini terlihat dari penjualan tiket yang bergerak naik secara bertahap, terutama pada layanan kereta api jarak jauh yang menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antarkota,” ujar Anne dikutip dari keterangan resmi.
Pada layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket telah mencapai 3.292.121 tiket atau 92,2 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Artinya, masih tersedia 279.639 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan arus balik.
Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket tercatat 438.203 tiket atau 47,3 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Dengan demikian, masih terdapat 488.733 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket KA Lokal umumnya akan terus meningkat mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.
3. Sebanyak 174 ribu orang bakal mudik naik kereta hari ini

Di hari pertama Lebaran 2026, pergerakan pelanggan masih terpantau tinggi. Hingga pagi hari, sedikitnya 174.198 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah dijadwalkan bepergian dengan tingkat okupansi sementara mencapai 108,1 persen dalam sehari ini saja. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.
Anne menambahkan, tingkat okupansi di atas 100 persen dimungkinkan dalam operasional kereta api jarak jauh karena adanya pola perjalanan yang dinamis dalam satu rangkaian.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” ucap Anne.


















