Prabowo Soroti Capital Outflow, Airlangga Beberkan Penyebabnya

- Presiden Prabowo menyoroti capital outflow, sementara Airlangga menjelaskan penyebabnya berasal dari pasar modal, SBN, dan dinetralisasi melalui SRBI oleh Bank Indonesia.
- OJK menyebut faktor global seperti kebijakan The Fed memicu outflow, namun tetap optimistis kondisi bisa berbalik menjadi inflow jika fundamental ekonomi Indonesia terjaga.
- Airlangga melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026, termasuk tertinggi di G20 dengan konsumsi dan sektor industri yang menunjukkan kinerja positif.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menyoroti terkait aliran modal yang keluar (capital outflow) dari Indonesia.
"Beberapa hal yang menjadi perhatian Bapak Presiden melihat terkait dengan capital outflow," kata dia usai di Istana Negara, Selasa (5/5/2026) malam.
1. Penyebab capital outflow

Airlangga menjelaskan, setelah didalami, capital outflow dari Indonesia disebabkan oleh beberapa hal.
"Dan capital outflow tadi didalami bahwa disebabkan oleh satu oleh pasar modal, kedua SBN, dan ketiga dinetralisasi oleh SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia)," ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sepakat bekerja sama untuk menjaga capital outflow ke depannya.
"Tadi disepakati, dilaporkan ke Bapak Presiden, kesepakatan kerja sama antara BI dan Menteri Keuangan sehingga ke depan ini bisa dijaga terkait dengan capital outflow," ucap Airlangga.
2. OJK berharap kondisi akan membaik

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritsa Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari mengatakan, outflow terjadi dipengaruhi kondisi global.
"Karena saat ini kondisi dari faktor geopolitik dan geoekonomi secara global, di mana tentu kalau dari The Fed higher for longer, makanya pada outflow," ujarnya.
Kendati demikian, selama fundamental baik, maka diharapkan kondisi yang saat ini outflow bisa berbalik menjadi inflow.
"Namun selama kita yakini fundamental kita baik, ya kita harapkan ini akan bisa berbalik," ucapnya.
3. Kondisi ekonomi Indonesia

Airlangga mengungkapkan, dalam rapat dengan Presiden Prabowo juga dilaporkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen.
"Dan pertumbuhan ini adalah di antara negara G20 tertinggi. Jadi kita di atas China, di atas Singapura, Korea Selatan, Arab, bahkan Amerika. Dan pertumbuhan ini di atas daripada ekspektasi dari berbagai lembaga yang biasanya mereka rata-rata di angka 5,2 persen," tuturnya.
Konsumsi juga tumbuh 5,52 persen. Sementara konsumsi pemerintah naik 21,31 persen.
"Kemudian juga dari segi ekspor dan impor juga positif. Dari segi lapangan usaha, sektor industri, sektor perdagangan, sektor administrasi pemerintahan, jasa lainnya, dan juga transportasi pergudangan, pertanian, dan konstruksi juga berjalan dengan baik," ujarnya.








![[QUIZ] Dari Tanggal Lahirmu, Ini Ide Franchise yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20240228/lisanto-fjxa21l-ihw-unsplash-a5b9962b3fc7f3cf62c097d65b42212c.jpg)

![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)



![[QUIZ] Dari MBTI, Ini Ide Bisnis yang Cocok untuk Kepribadian Ekstrovert](https://image.idntimes.com/post/20240320/tim-mossholder-zhffvw2u93u-unsplash-90788451079a40c7884ed313ca93232a.jpg)


