Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.378 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.378 per Dolar AS
ilustrasi dolar (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.378 per dolar AS, naik 46 poin atau 0,26 persen setelah pernyataan Gubernur BI tentang langkah stabilisasi nilai tukar.
  • Mayoritas mata uang Asia turut menguat terhadap dolar AS, menunjukkan tren positif di kawasan pada perdagangan pagi hari.
  • Analis menilai penguatan rupiah dipengaruhi komunikasi aktif pemerintah dan BI serta optimisme pasar atas potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Pergerakan rupiah di pasar spot dibuka menguat tipis pada Rabu (6/5/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.378 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 46 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan kemarin. Penguatan ini disinyalir dipicu pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, kemarin di Istana terkait langkah stabilisasi rupiah. Hal ini berbeda dengan beberapa waktu terakhir, di mana Bank Indonesia cenderung lebih pasif saat rupiah mengalami pelemahan.

1. Mata uang di Asia kompak menguat

Hingga pukul 09.13 WIB,  pergerakan mata uang di kawasan mayoritas menguat.

Daftar mata uang yang menguat terhadap dolar AS:

  • Bath Thailand 0,05 persen 
  • Ringgit Malaysia menguat 0,01 persen
  • Pesso Filipina menguat 0,29 persen
  • Won Korea menguat 0,71 persen
  • Dolar Taiwan menguat 0,38 persen
  • Dolar Singapura menguat 0,16 persen

2. Pemerintah dan BI harus aktif kasih pernyataan terkait kondisi rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan penguatan rupiah juga tergantung pada peran aktif pemerintah dan Bank Indonesia dalam memberikan sinyal yang menenangkan pasar.

“Diharapkan pemerintah dan Gubernur BI terus aktif memberikan pernyataan untuk meredam kekhawatiran pasar,” ujar Lukman.

3. Rupiah berpotensi menguat seiring optimisme kesepakatan damai AS-Iran

Di sisi lain, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS, seiring melemahnya greenback akibat meningkatnya optimisme pasar terkait kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran. Mantan Presiden Donald Trump mengisyaratkan adanya “kemajuan besar” menuju kesepakatan akhir dengan Teheran, yang mendorong sentimen positif di pasar mata uang.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh meningkatnya harapan akan kesepakatan perdamaian AS-Iran setelah Trump mengisyaratkan "kemajuan besar" menuju kesepakatan akhir dengan Teheran," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More