Jakarta, IDN Times – Upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional membutuhkan dukungan berbagai aspek, termasuk sistem keamanan yang mampu menjamin keberlangsungan operasional di seluruh rantai kegiatan hulu migas. PT Nawakara Perkasa Nusantara menegaskan bahwa keamanan saat ini tidak lagi dipandang hanya sebagai fungsi perlindungan aset, tetapi telah berkembang menjadi faktor strategis yang mendukung produktivitas, investasi, dan keberlanjutan bisnis.
President Director & CEO PT Nawakara Perkasa Nusantara, Dino Hindarto, mengatakan bahwa setiap gangguan keamanan di sektor hulu migas, baik berupa pencurian, sabotase, konflik sosial, maupun gangguan terhadap infrastruktur kritikal, dapat berdampak langsung terhadap pencapaian target produksi nasional.
"Keamanan bukan sekadar melindungi aset, tetapi memastikan operasional dapat berjalan tanpa gangguan. Kami memandang keamanan sebagai business enabler yang menjaga kontinuitas operasi melalui pendekatan Plan, Prevent, Protect yang dipadukan dengan prinsip Detect, Deter, Delay, dan Response. Dengan pendekatan ini, potensi ancaman dapat diidentifikasi lebih dini, dicegah sebelum berkembang menjadi insiden, serta ditangani secara cepat sehingga kegiatan eksplorasi maupun produksi tetap berjalan sesuai rencana," ujar Dino.
