Pertamina Drilling Operasikan Matrix Acidizing Dongkrak Produksi Migas

- Pertamina Drilling sukses jalankan operasi matrix acidizing perdana di Sumur GNK-104, Prabumulih, guna tingkatkan aliran fluida dan menargetkan produksi 65 barel minyak per hari.
- Operasi dilakukan bersama Pertamina Hulu Rokan Zona 4 dengan metode High Pressure Pumping Non-Rig Services sebagai bagian strategi pengembangan bisnis jasa energi perusahaan.
- Langkah ini menandai perluasan layanan Pertamina Drilling di luar pengeboran, menghadirkan solusi stimulasi sumur untuk optimalkan produktivitas lapangan migas nasional.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menjalankan operasi matrix acidizing perdana di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan. Itu menjadi bagian pengembangan bisnis High Pressure Pumping Non-Rig Services yang dilakukan perusahaan.
Direktur Operasi Pertamina Drilling Aziz Muslim mengatakan, pelaksanaan operasi tersebut menandai perluasan layanan perusahaan di luar jasa pengeboran. Menurut dia, Pertamina Drilling kini mulai menggarap layanan hulu migas yang lebih terintegrasi.
"Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
1. Operasi ditargetkan hasilkan 65 barel minyak per hari

Operasi matrix acidizing dilakukan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Metode tersebut digunakan untuk mengatasi kerusakan formasi dan endapan kerak (scale) agar aliran fluida dari reservoir menuju sumur kembali lancar.
Pekerjaan dilakukan pada interval perforasi 1.963-1.966 meter measured depth (MD) di Formasi Talang Akar (TAF-P5). Pertamina Drilling menggunakan fluida 15 persen Hydrochloric Acid (HCl) yang disesuaikan dengan karakteristik reservoir. Dari stimulasi tersebut, sumur ditargetkan mampu memproduksi 65 barel minyak per hari (BOPD).
"Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional," ujar Aziz.
2. Lanjutkan pengembangan bisnis non-rig

Aziz mengatakan, pengembangan High Pressure Pumping Non-Rig Services merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan di sektor jasa energi.
Dia menjelaskan, layanan tersebut dikembangkan setelah Pertamina Drilling lebih dulu mengerjakan layanan hydraulic fracturing di wilayah kerja PHR Zona 2 dan Zona 3 sejak Januari 2025. Pengalaman itu menjadi bekal perusahaan untuk memperluas layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services.
3. Perluas layanan di luar pengeboran

Melalui penambahan layanan non-rig, Pertamina Drilling tidak lagi hanya mengerjakan jasa pengeboran. Perusahaan juga menyediakan layanan stimulasi sumur untuk mengoptimalkan konektivitas reservoir dengan sumur sehingga produktivitas lapangan migas dapat ditingkatkan.
Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas bisnis jasa hulu migas melalui penerapan teknologi dan rekayasa teknik dalam pengembangan lapangan migas.





















