KEK Industropolis Batang Bidik Investor Jepang Buat Industri High Tech

- KEK Industropolis Batang aktif menarik investasi Jepang di sektor teknologi tinggi melalui forum bisnis dan studi banding ke Tsukuba Science City untuk memperkuat posisinya sebagai pusat industri masa depan.
- Jepang tetap menjadi mitra strategis utama dengan total investasi lebih dari USD18 miliar dalam lima tahun terakhir, membuka peluang besar bagi kolaborasi industri teknologi menuju Indonesia Emas 2045.
- KEK Industropolis Batang menyiapkan ekosistem industri terintegrasi mencakup logistik, distribusi, dan pariwisata, didukung infrastruktur siap pakai serta insentif fiskal yang menarik bagi investor Jepang.
Jakarta, IDN Times - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang semakin agresif memburu investasi industri teknologi tinggi dari Jepang. Upaya itu dilakukan lewat forum bisnis Indonesia-Jepang hingga studi banding ke Tsukuba Science City, Jepang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi KEK Batang sebagai pusat industri masa depan di Asia Tenggara.
1. KEK Industropolis Batang incar industri masa depan

KEK Industropolis Batang ikut ambil bagian dalam Investment Business Forum Indonesia–Japan yang digelar di Tokyo pada 22 Mei 2026. Forum itu digelar bersama KBRI Tokyo, Bank Indonesia Tokyo, IIPC Tokyo (BKPM), dan JETRO.
Fokus utama forum tersebut ialah menarik investor global untuk sektor industri berteknologi tinggi seperti kendaraan listrik, alat kesehatan, elektronik, hingga energi terbarukan.
Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang, Irma Sefrinta menegaskan, proyek strategis nasional itu tak sekadar menjadi kawasan industri biasa.
“KEK Industropolis Batang berkomitmen mentransformasikan Batang menjadi pusat inovasi berkelanjutan,” ujar Irma.
2. Jepang dinilai jadi mitra strategis investasi Indonesia

Direktur Promosi Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, Cahyo Purnomo mengatakan, Jepang masih menjadi salah satu investor paling penting bagi Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, total investasi Jepang disebut sudah melampaui 18 miliar dolar AS.
“Pada tahun 2025 saja, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai USD3,12 miliar,” ujar Cahyo.
Dia juga menyebut, pemerintah Indonesia membutuhkan investasi baru hingga 814,4 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan demi mengejar target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Cahyo, momentum itu membuka peluang besar bagi perusahaan teknologi Jepang untuk memperluas kolaborasi di Indonesia.
3. KEK Industropolis Batang siapkan ekosistem industri terintegrasi

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati mengatakan, kawasan tersebut dirancang bukan hanya menyediakan lahan industri siap pakai. KEK Industropolis Batang juga mengintegrasikan sektor industri, logistik, distribusi, hingga pariwisata dalam satu ekosistem.
Selain itu, manajemen KEK Industropolis Batang juga melakukan kunjungan ke Tsukuba Science City untuk mempelajari integrasi kawasan industri, pusat riset, dan hunian modern yang berkelanjutan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta menilai, KEK Industropolis Batang punya daya tarik besar bagi investor Jepang karena didukung stabilitas keuangan, kebijakan transaksi mata uang lokal, hingga insentif fiskal yang kompetitif.
“Kombinasi antara kesiapan infrastruktur, dukungan regulasi, dan arah pengembangan industri masa depan menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan strategis yang potensial untuk mendukung ekspansi industri Jepang di Indonesia,” ujar Filianingsih.


















