Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sejarah Blok Masela, dari Kontrak 1998 hingga Groundbreaking 2026

Sejarah Blok Masela, dari Kontrak 1998 hingga Groundbreaking 2026
Ilustrasi proyek Blok Masela. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Proyek Blok Masela dimulai dari kontrak kerja sama tahun 1998 dan menemukan cadangan gas besar di Lapangan Abadi pada 2000, menjadi dasar pengembangan gas raksasa di Laut Arafura.
  • Pemerintah mengubah konsep pengolahan dari lepas pantai ke darat pada 2016 agar manfaat ekonomi lebih luas, serta melakukan restrukturisasi kepemilikan saham pada 2023 setelah Shell keluar.
  • Pembangunan fisik proyek senilai 20,9 miliar dolar AS dijadwalkan mulai 16 Juli 2026 dengan target produksi komersial gas antara tahun 2029 hingga 2030.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Proyek pengembangan Blok Masela memasuki babak baru setelah dimulainya pembangunan fisik atau groundbreaking pada 16 Juli 2026.

Hal itu menandai perjalanan panjang proyek gas raksasa di Laut Arafura yang telah berlangsung hampir tiga dekade sejak kontrak kerja sama pertama diteken.

Selama perjalanannya, proyek tersebut melalui sejumlah perubahan penting, mulai dari penemuan cadangan gas, perubahan konsep pengembangan dari lepas pantai ke darat, hingga restrukturisasi kepemilikan saham.

Berikut perjalanan Blok Masela berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)!

1. Kontrak kerja sama diteken pada 1998

ilustrasi tanda tangan kontrak (pixabay.com/andibreit)`
ilustrasi tanda tangan kontrak (pixabay.com/andibreit)

Pemerintah menandatangani Production Sharing Contract (PSC) Wilayah Kerja Masela pada 16 November 1998. Kontrak tersebut berlaku selama 30 tahun, disertai masa kompensasi dan perpanjangan yang membuat hak pengelolaan proyek berlaku hingga 15 November 2055.

2. Cadangan gas Lapangan Abadi ditemukan pada 2000

Screenshot_20260716_151951_YouTube.jpg
Ilustrasi proyek Blok Masela. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Setelah kontrak berjalan, kegiatan eksplorasi dilakukan secara intensif hingga akhirnya menemukan cadangan gas dalam jumlah besar pada 2000. Temuan tersebut kemudian dikenal sebagai Lapangan Abadi dan menjadi dasar pengembangan Blok Masela.

3. POD pertama disetujui pada 2010

Screenshot_20260716_152032_YouTube.jpg
Ilustrasi proyek Blok Masela. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Pada 2010, Menteri ESDM menyetujui Plan of Development (POD) I Lapangan Abadi. Dalam rencana awal, cadangan gas yang tercatat mencapai 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dengan konsep pengolahan menggunakan fasilitas terapung atau offshore.

4. Konsep pengembangan berubah menjadi darat pada 2016

Screenshot_20260716_152017_YouTube.jpg
Ilustrasi proyek Blok Masela. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Pemerintah mengubah arah pengembangan proyek pada Maret 2016. Presiden Joko "Jokowi" Widodo menetapkan fasilitas pengolahan gas Blok Masela dibangun di darat (onshore) agar proyek memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Maluku dan kawasan Indonesia Timur.

5. Restrukturisasi kepemilikan saham pada 2023

Kantor Pusat Pertamina, Jakarta. (dok. Pertamina)
Kantor Pusat Pertamina, Jakarta. (dok. Pertamina)

Perubahan berikutnya terjadi pada 2023 setelah Shell keluar dari proyek sebagai bagian dari penyesuaian portofolio global. Pemerintah kemudian menyetujui Revisi 2 POD I Lapangan Abadi dengan komposisi kepemilikan baru, yakni INPEX Masela Ltd sebagai operator dengan porsi 65 persen, PT Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20 persen, dan Petronas Masela Sdn. Bhd sebesar 15 persen.

Dalam revisi tersebut, total cadangan terbukti proyek juga diperbarui menjadi 18,54 TSCF.

6. Pembangunan fisik dimulai pada 2026.

Ilustrasi minyak. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi migas. (IDN Times/Arief Rahmat)

Setelah hampir 28 tahun sejak kontrak awal ditandatangani, pembangunan fisik proyek resmi dimulai melalui peletakan batu pertama pada 16 Juli 2026. Proyek senilai 20,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) itu disaksikan Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Istana Negara.

Tahap konstruksi penuh dijadwalkan berlangsung mulai 2027, sementara produksi gas komersial ditargetkan dimulai pada periode 2029-2030.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More