Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Royalti Franchise Itu Apa? Ini Cara Kerja dan Cara Menghitungnya

Royalti Franchise Itu Apa? Ini Cara Kerja dan Cara Menghitungnya
ilustrasi bisnis franchise (pexels.com/James Frid)
Intinya Sih
  • Royalti franchise adalah biaya rutin yang dibayarkan mitra kepada pemilik merek sebagai imbalan atas penggunaan sistem bisnis, dukungan operasional, dan hak memakai merek dagang.
  • Skema pembayaran royalti bisa berbentuk persentase dari omzet atau biaya tetap, tergantung kebijakan franchisor dan kesepakatan dalam kontrak kerja sama.
  • Tidak semua franchise menerapkan royalti; calon mitra perlu menghitung seluruh struktur biaya agar dapat menilai potensi keuntungan dan kelayakan investasi secara menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat mempertimbangkan membeli franchise, banyak calon mitra lebih fokus pada biaya investasi awal. Padahal, ada komponen lain yang juga perlu dipahami, yaitu royalti franchise. Biaya ini dapat memengaruhi keuntungan bisnis dalam jangka panjang sehingga tidak boleh diabaikan.

Bagi yang baru mengenal dunia franchise, istilah royalti mungkin terdengar membingungkan. Padahal, konsepnya cukup sederhana dan menjadi bagian yang umum dalam kerja sama antara pemilik merek (franchisor) dan mitra usaha (franchisee).

1. Royalti adalah biaya yang dibayarkan kepada pemilik merek

ilustrasi bisnis roti
ilustrasi bisnis roti (pexels.com/Leonard Richards)

Royalti franchise merupakan biaya yang dibayarkan oleh mitra kepada pemilik franchise sebagai imbalan atas penggunaan merek, sistem bisnis, dan dukungan yang diberikan. Pembayaran ini berbeda dengan biaya investasi awal yang umumnya hanya dibayarkan sekali saat bergabung.

Selama kerja sama masih berlangsung, royalti biasanya menjadi salah satu kewajiban yang harus dipenuhi sesuai isi perjanjian. Karena itu, calon mitra perlu memahami besaran dan mekanisme pembayarannya sebelum menandatangani kontrak.

2. Cara kerja royalti franchise

ilustrasi bisnis fnb
ilustrasi bisnis fnb (pexels.com/Andrea acosta)

Dalam praktiknya, franchisor akan menentukan skema pembayaran royalti yang harus dipatuhi seluruh mitra. Ada yang meminta pembayaran setiap bulan, ada pula yang menggunakan periode mingguan atau mengikuti ketentuan tertentu yang telah disepakati.

Sebagai imbalannya, franchisor biasanya terus memberikan dukungan seperti penggunaan merek, pembaruan sistem operasional, pelatihan, pengembangan produk, hingga pendampingan bisnis. Inilah alasan mengapa royalti dipandang sebagai biaya untuk menjaga keberlangsungan kerja sama, bukan sekadar pungutan tambahan.

3. Cara menghitung royalti franchise

ilustrasi bisnis donat
ilustrasi bisnis donat (pexels.com/Lando Dong)

Cara menghitung royalti bergantung pada kebijakan masing-masing franchise. Skema yang paling umum adalah menggunakan persentase dari omzet atau penjualan kotor.

Sebagai contoh, jika royalti ditetapkan sebesar 5 persen dari omzet dan sebuah gerai memperoleh omzet Rp200 juta dalam satu bulan, maka royalti yang harus dibayarkan adalah Rp10 juta. Sementara itu, ada juga franchise yang menggunakan biaya tetap, misalnya Rp3 juta per bulan, sehingga jumlah yang dibayarkan tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya penjualan.

4. Tidak semua franchise menerapkan royalti

Royalti Franchise Itu Apa? Ini Cara Kerja dan Cara Menghitungnya
ilustrasi bisnis fnb (pexels.com/Kenneth Surilo)

Meski cukup umum, ada franchise yang tidak mengenakan biaya royalti sama sekali. Sebagai gantinya, franchisor memperoleh keuntungan dari penjualan bahan baku, peralatan, kemasan, atau kebutuhan operasional yang wajib dibeli oleh seluruh mitra.

Karena itu, jangan langsung menganggap franchise tanpa royalti pasti lebih menguntungkan. Calon mitra tetap perlu melihat keseluruhan struktur biaya agar dapat mengetahui total pengeluaran yang sebenarnya.

5. Hitung pengaruhnya terhadap keuntungan bisnis

ilustrasi bisnis coffe shop
ilustrasi bisnis coffe shop (pexels.com/Sanket Sawale)

Sebelum membeli franchise, sebaiknya buat simulasi sederhana mengenai pendapatan dan seluruh biaya operasional, termasuk royalti. Langkah ini membantu mengetahui apakah keuntungan yang diperoleh masih sesuai dengan target yang diharapkan.

Perhitungan tersebut juga dapat menjadi dasar untuk memperkirakan kapan modal usaha berpotensi kembali. Dengan memahami dampak royalti terhadap arus kas, keputusan investasi dapat diambil dengan lebih matang.

Royalti franchise merupakan bagian yang umum dalam sistem bisnis franchise. Biaya ini dibayarkan sebagai kompensasi atas penggunaan merek, sistem operasional, dan berbagai dukungan yang terus diberikan oleh franchisor kepada mitra usaha.

Pada akhirnya, besar kecilnya royalti bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas sebuah franchise. Yang lebih penting adalah apakah biaya tersebut sebanding dengan nilai, dukungan, dan peluang bisnis yang diperoleh sehingga investasi yang dilakukan dapat memberikan hasil yang berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More