Bantuan Beras Gratis Disalurkan Agustus, Tunggu Acc Anggaran Kemenkeu

- Bapanas menunggu hasil reviu Kemenkeu terkait Anggaran Belanja Tambahan sebelum menugaskan Bulog menyalurkan bantuan pangan tahap kedua.
- Penyaluran bantuan beras tahap kedua dijadwalkan mulai Agustus dengan total 997,2 ribu ton untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat.
- Bapanas berharap distribusi beras hampir satu juta ton dapat membantu menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi nasional.
Jakarta, IDN Times - Badan Pangan Nasional (Bapanas) masih menunggu hasil reviu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atas pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebelum menugaskan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan tahap kedua.
Penugasan baru dapat diterbitkan setelah anggaran masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas. Mekanisme tersebut juga dilakukan sebagai tindak lanjut atas rekomendasi perbaikan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Sedang di reviu oleh Kementerian Keuangan. Dan kami tentu menunggu adanya anggaran di DIPA Badan Pangan Nasional. Setelah ada baru akan kita tugaskan untuk bantuan pangan tahap kedua," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa dikutip Sabtu (18/7/2026).
1. Penyaluran bantuan beras ditargetkan dimulai Agustus

Ketut menjelaskan, pemerintah telah memutuskan bantuan pangan tahap kedua berupa beras dengan alokasi tiga bulan akan disalurkan sekaligus atau one shoot. Penyaluran ditargetkan dimulai pada Agustus setelah transfer ABT selesai dilakukan.
Pada tahap tersebut, pemerintah menyiapkan 997,2 ribu ton beras untuk 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi tiga bulan yang disalurkan sekaligus.
"Tahap kedua diputuskan akan disekaliguskan di bulan Agustus, mungkin bisa sampai lewat September karena kondisi geografis. Jadi telah diputuskan one shoot di bulan Agustus. Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu nanti Bapak Kepala Badan Pangan akan menugaskan Bulog," ujar Ketut.
2. Penyaluran tahap pertama sudah mencapai 99,7 persen

Ketut menyampaikan penyaluran bantuan pangan tahap pertama telah terealisasi 99,7 persen. Sisa distribusi sekitar 0,3 persen masih berada di sejumlah wilayah di Papua, serta sebagian daerah di Sumatra dan Sulawesi.
"Bantuan pangan tahap pertama kan sudah 99,7 persen. Selisih 0,3 persen yang belum, itu di wilayah Papua, lalu beberapa wilayah Sumatra dan Sulawesi. Namun secara prinsip untuk tahap pertama sudah bagus," kata Ketut.
3. Bapanas harap bantuan beras ikut menekan inflasi

Bapanas menilai penyaluran hampir 1 juta ton beras kepada masyarakat akan mengurangi kebutuhan pembelian beras di pasar. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga harga beras tetap stabil sekaligus menekan laju inflasi.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga mengandalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras serta Gerakan Pangan Murah untuk menjaga harga beras dan mengendalikan inflasi.
"Tentu kebutuhan orang membeli beras di pasar-pasar akan berkurang. Nah pasti akan sedikit mengerem inflasi," ujar Ketut.





















