Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Perusahaan Pasang Lowongan Kerja yang Ternyata Palsu?

Kenapa Perusahaan Pasang Lowongan Kerja yang Ternyata Palsu?
ilustrasi lowongan kerja (vecteezy.com/Erwin Pieloor)
  • Lowongan kerja palsu atau tidak aktif dapat dipasang untuk talent pipeline, riset pasar, employer branding, atau karena koordinasi internal.
  • Lowongan yang lama tayang, deskripsinya samar, dan minim informasi perusahaan dapat menjadi tanda posisi tidak aktif.
  • Kandidat mungkin tidak menerima balasan, tetapi CV dapat tersimpan untuk kebutuhan perekrutan, networking, atau pemetaan talenta berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pernahkah kamu menemukan lowongan kerja yang tidak aktif?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Jika sudah cukup lama mencari pekerjaan, pencari kerja mungkin pernah menemukan lowongan yang terasa aneh. Lamaran sudah dikirim, tetapi tidak kunjung mendapat kabar.

Posisi tersebut bahkan tetap tercantum selama berbulan-bulan. Ada juga lowongan yang terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Bisa jadi, pencari kerja sedang berhadapan dengan lowongan kerja palsu atau tidak aktif.

Lantas, mengapa perusahaan memasang lowongan yang sebenarnya belum tentu tersedia? Apa yang terjadi setelah kandidat melamar?

  1. 1. Alasan perusahaan memasang iklan lowongan kerja palsu atau tidak aktif

    ilustrasi lowongan kerja
    ilustrasi lowongan kerja (freepik.com/freepik)

    Dilansir Values Value, tidak semua lowongan seperti ini dibuat dengan niat buruk. Ada beberapa alasan perusahaan memasang lowongan meski belum benar-benar melakukan perekrutan.

    Pertama, perusahaan ingin membangun talent pipeline. Perusahaan mungkin belum membutuhkan karyawan baru saat itu, tetapi mengumpulkan profil kandidat yang dianggap sesuai untuk kebutuhan berikutnya.

    Kedua, perusahaan melakukan riset pasar. Lowongan dapat digunakan untuk melihat jumlah kandidat yang tersedia, kisaran gaji yang diharapkan, hingga keterampilan yang banyak dicari.

    Ketiga, untuk kebutuhan employer branding. Sebagian perusahaan menggunakan lowongan kerja agar tetap terlihat dan menunjukkan adanya pertumbuhan, meski tidak sedang aktif merekrut.

    Keempat, praktik tersebut dapat dilakukan agen perekrutan. Mereka bisa memasang lowongan umum atau spekulatif untuk mendapatkan kandidat yang nantinya dicocokkan dengan posisi yang tersedia. Praktik ini tidak selalu dilakukan secara transparan.

    Kelima, masalah koordinasi internal. Posisi yang sudah terisi atau dibekukan bisa saja masih tercantum karena iklannya belum dihapus.

  2. 2. Cara mengenali lowongan kerja palsu atau tidak aktif

    Lowongan kerja
    ilustrasi lowongan kerja (freepik.com/freepik)

    Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan pencari kerja. Salah satunya adalah lowongan yang sudah tayang selama berbulan-bulan tanpa pembaruan.

    Deskripsi pekerjaan yang terlalu samar atau luas juga bisa menjadi tanda. Begitu pula ketika kandidat merasa sangat sesuai dengan posisi tersebut, tetapi sama sekali tidak mendapat respons.

    Perlu diperhatikan pula lowongan yang menawarkan terlalu banyak hal sekaligus, seperti gaji tinggi, fleksibilitas penuh, proyek yang menarik, tanpa kompromi apa pun. Minimnya informasi mengenai tim, produk, atau struktur perusahaan juga menjadi hal lain yang dapat diperhatikan.

    Jika ragu dengan sebuah lowongan, pencari kerja dapat menanyakan langsung apakah posisi tersebut sedang aktif atau merupakan bagian dari rencana perekrutan di masa depan.

    Informasi di LinkedIn juga dapat diperiksa. Misalnya, apakah sudah ada orang baru yang mengisi posisi tersebut atau apakah karyawan perusahaan berinteraksi dengan unggahan lowongan.

    Pencari kerja juga dapat mencatat setiap lamaran yang dikirim. Dengan melihat pola dari sejumlah lamaran, tanda-tanda lowongan yang tidak aktif akan lebih mudah dikenali.

    Lowongan kerja palsu memang ada. Penyebabnya bisa karena strategi perusahaan maupun kesalahan. Jika tidak mendapat respons setelah melamar, kondisi tersebut tidak selalu berarti ada masalah pada kandidat.

  3. 3. Apa yang terjadi jika melamar?

    Dua perempuan di kantor, salah satunya memegang beberapa map dokumen berwarna kuning dan biru sambil berdiri di dekat meja kerja.
    ilustrasi perempuan membawa dokumen lowongan kerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Melamar lowongan yang ternyata tidak aktif bukan berarti akan terjadi sesuatu yang buruk. Namun, ada beberapa kemungkinan.

    Kandidat mungkin tidak pernah mendapat balasan sehingga waktu yang digunakan untuk melamar terbuang. CV juga bisa masuk ke database perusahaan untuk kebutuhan perekrutan berikutnya.

    Dalam beberapa kasus, posisi yang ditawarkan memang tidak benar-benar tersedia. Meski begitu, kandidat masih dapat dihubungi untuk kebutuhan lain, seperti networking atau pemetaan talenta.

    Agen perekrutan menjadi salah satu pihak yang dapat melakukan praktik tersebut, terutama ketika mereka ingin membangun kumpulan kandidat atau mendapatkan prospek.

    Perusahaan outsourcing dan jasa juga dapat memasang lowongan berdasarkan kontrak yang diperkirakan akan datang, bukan kebutuhan saat ini.

    Sementara itu, perusahaan produk lebih jarang melakukan hal tersebut. Namun, kondisi ini tetap bisa terjadi ketika rencana perekrutan berubah dengan cepat dan daftar lowongan belum diperbarui.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More