Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rusun TOD Manggarai Dibangun 21 Agustus 2026, 400 Meter dari Stasiun

Rusun TOD Manggarai Dibangun 21 Agustus 2026, 400 Meter dari Stasiun
Ilustrasi Rusun TOD Manggarai. (Dok. Kementerian PKP)
  • Pembangunan rusun TOD di kawasan Stasiun Manggarai dimulai dari Blok G pada Agustus 2026, lalu Blok F pada Oktober 2026.
  • Proyek tiga menara ini menyediakan 1.232 unit hunian, 150 unit ruang retail, serta pilihan tipe 28, 36, dan 45.
  • Kementerian PKP dan PT KAI menyiapkan aturan serta tata kelola, sementara lokasi rusun sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pembangunan rumah susun berbasis transit-oriented development (TOD) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, segera dimulai. Pembangunan tahap awal di Blok G dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, sedangkan Blok F menyusul pada Oktober 2026.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, memastikan pembangunan siap dimulai setelah seluruh persiapan dan tata kelola selesai. Hunian tersebut akan menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga 6 persen dan tenor hingga 40 tahun.

"Kami akan melakukan groundbreaking pada 21 Agustus 2026 jam 9 pagi dan siap bangun," kata Bobby dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

  1. 1. Rusun Manggarai siapkan 1.232 unit hunian

    IMG-20260818-WA0031.jpg
    Ilustrasi Rusun TOD Manggarai. (Dok. Kementerian PKP)

    Rusun TOD Manggarai akan dibangun di Blok F dan G kawasan Stasiun Manggarai dengan memanfaatkan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI. Total luas lahan mencapai 21.939 meter persegi, terdiri dari Blok F seluas 15.014 meter persegi dan Blok G seluas 6.925 meter persegi.

    Bangunan dirancang secara vertikal dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal 55 persen dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimal 11. Ketinggiannya mencapai maksimal 36 lantai.

    Proyek tersebut menyediakan 1.232 unit hunian yang tersebar di tiga menara utama. Selain itu, tersedia 150 unit ruang retail, terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.

    Hunian tersedia dalam tiga tipe. Tipe 28 memiliki luas 28 meter persegi dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu. Tipe 36 seluas 36 meter persegi memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu. Sementara, Tipe 45 memiliki luas 45 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.

  2. 3. Pembangunan dimulai setelah tata kelola rampung

    IMG-20260818-WA0029.jpg
    Ilustrasi Rusun TOD Manggarai. (Dok. Kementerian PKP)

    Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT KAI masih menyiapkan tata kelola dan aturan yang diperlukan untuk pembangunan rusun tersebut. Dalam proyek ini, Kementerian PKP berperan sebagai regulator yang menyiapkan kebijakan dan aturan.

    PT KAI menjadi operator yang memanfaatkan aset serta membangun hunian. Kesiapan pembangunan menjadi bagian dari pembahasan antara Kementerian PKP, PT KAI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta pihak terkait lainnya.

    "Fungsi kami, yakni sebagai regulator, membuat aturan dan kebijakan, dan pihak KAI sebagai operator, yakni membangun, inilah bukti saling sinergi antara KAI dengan Kementerian PKP," kata Menteri PKP, Maruarar Sirait.

  3. 3. Berjarak 400 meter dari Stasiun Manggarai

    Rancangan miniatur Stasiun Manggarai (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Rancangan miniatur Stasiun Manggarai (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Rusun dikembangkan dengan konsep TOD untuk mendekatkan penghuni dengan transportasi publik dan pusat aktivitas perkotaan. Lokasinya sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar empat menit.

    Kawasan tersebut berada di zona perumahan kepadatan sangat tinggi (R-1) yang memungkinkan pembangunan rumah susun. Rancangan bangunan juga mengikuti ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), dengan batas ketinggian maksimal 151 meter.

    Kawasan hunian juga didukung oleh fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam radius sekitar tiga kilometer. Maruarar menilai pembangunan hunian vertikal di Manggarai dapat menjadi model perumahan perkotaan yang menggabungkan hunian, transportasi publik, dan aktivitas ekonomi dalam satu kawasan.

    Proyek tersebut juga diarahkan untuk menyediakan hunian di tengah keterbatasan lahan perkotaan serta mendukung penataan kawasan padat dan kumuh menjadi lingkungan yang layak, aman, tertata, dan terintegrasi dengan transportasi publik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More