Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Produk Murah Diletakkan di Rak Bawah Toko? Ada Strateginya!

Kenapa Produk Murah Diletakkan di Rak Bawah Toko? Ada Strateginya!
ilustrasi berbelanja di supermarket (unsplash.com/Ninthgrid)
Intinya Sih
  • Produk premium biasanya ditempatkan sejajar dengan mata agar lebih mudah menarik perhatian pembeli.

  • Penempatan rak merupakan strategi toko untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan.

  • Produk murah di rak bawah tetap dapat ditemukan oleh pembeli yang lebih teliti mencari harga terbaik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu masuk ke supermarket atau minimarket, lalu merasa produk-produk terkenal sering kali berada tepat di depan mata? Sementara itu, produk yang lebih murah justru sering tersembunyi di rak paling bawah. Padahal, kalau punya kualitas mirip, kenapa tidak diletakkan di tempat yang lebih mudah dilihat?

Ternyata penempatan produk di toko bukan dilakukan secara acak. Di balik susunan rak yang terlihat sederhana, ada strategi pemasaran dan psikologi konsumen yang sudah dipelajari selama puluhan tahun. Bahkan, posisi sebuah produk di rak bisa memengaruhi keputusan belanja orang-orang tanpa disadari. Nah, berikut beberapa alasan mengapa produk murah sering ditempatkan di rak bagian bawah.

1. Mata manusia secara alami fokus ke area setinggi pandangan

ilustrasi perempuan sedang berbelanja (freepik.com/tonodiaz)
ilustrasi perempuan sedang berbelanja (freepik.com/tonodiaz)

Saat berjalan di lorong supermarket, sebagian besar orang akan melihat produk yang berada sejajar dengan mata mereka. Area ini dianggap sebagai "wilayah emas" karena paling mudah terlihat tanpa perlu menunduk atau menjinjit. Karena alasan tersebut, produk dengan harga lebih tinggi atau merek yang ingin meningkatkan penjualan biasanya ditempatkan di posisi strategis tersebut. Sementara, produk yang lebih murah sering dipindahkan ke rak bawah karena dianggap tidak memerlukan eksposur sebesar produk premium. Bahkan, dalam dunia retail, ada istilah terkenal "eye level is buy level", yang berarti produk setinggi mata memiliki peluang lebih besar untuk dibeli.

2. Toko ingin meningkatkan keuntungan

ilustrasi berbelanja di supermarket
ilustrasi berbelanja di supermarket (unsplash.com/Sincerely Media)

Dari sudut pandang bisnis, tidak semua produk memberikan keuntungan yang sama. Sebuah toko mungkin mendapatkan margin keuntungan lebih besar dari produk premium dibandingkan produk ekonomis. Karena ruang rak yang mudah terlihat sangat terbatas, toko akan memanfaatkannya untuk produk yang menghasilkan pendapatan lebih tinggi. Dengan cara ini, setiap meter rak dapat menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal. Jadi, bukan semata-mata karena kualitas produk murah lebih rendah, melainkan karena toko ingin mengoptimalkan pendapatan dari ruang yang tersedia.

3. Menunduk sedikit bisa mengurangi peluang pembelian

ilustrasi berbelanja di supermarket
ilustrasi berbelanja di supermarket (unsplash.com/Ninthgrid)

Kedengarannya sepele, tetapi aktivitas menunduk ternyata dapat memengaruhi keputusan konsumen. Ketika seseorang harus membungkuk untuk melihat produk di rak bawah, ada hambatan kecil yang membuat proses memilih menjadi sedikit lebih merepotkan. Dalam ilmu pemasaran, hal ini dikenal sebagai "purchase friction" atau gesekan dalam proses pembelian. Semakin mudah sebuah produk dijangkau, semakin besar kemungkinan produk tersebut masuk ke keranjang belanja. Sebaliknya, produk yang memerlukan usaha ekstra untuk dilihat atau diambil cenderung memiliki peluang lebih kecil untuk dipilih secara spontan.

4. Pemburu diskon memang terbiasa mencari

ilustrasi cokelat dan berbagai macam camilan manis
ilustrasi cokelat dan berbagai macam camilan manis (unsplash.com/Ishaq Robin)

Pihak toko juga memahami bahwa pelanggan yang sangat memperhatikan harga biasanya lebih teliti saat berbelanja. Mereka tidak hanya melihat produk yang berada di depan mata, tetapi juga memeriksa rak bagian bawah untuk menemukan pilihan yang lebih hemat. Sementara itu, pelanggan yang sedang terburu-buru cenderung mengambil produk pertama yang mereka lihat tanpa membandingkan terlalu banyak pilihan. Dengan menempatkan produk murah di rak bawah, toko sebenarnya bisa melayani dua tipe pembeli sekaligus, yakni pemburu harga murah dan pembeli yang mengutamakan kepraktisan.

5. Kemasan produk premium lebih menarik secara visual

ilustrasi camilan cokelat
ilustrasi camilan cokelat (unsplash.com/Joshua Fernandez)

Jika diperhatikan, produk premium umumnya memiliki desain kemasan yang lebih mencolok dan menarik. Warna, logo, hingga tata letak desainnya dibuat untuk mencuri perhatian konsumen. Saat produk-produk tersebut ditempatkan pada area tengah rak, tampilan keseluruhan lorong toko menjadi lebih menarik secara visual.

Sebaliknya, produk ekonomis sering menggunakan kemasan yang lebih sederhana untuk menekan biaya produksi. Karena itu, banyak retailer memilih menempatkannya di rak bawah. Dengan begitu, fokus visual tetap tertuju pada produk yang dianggap lebih menarik.

Demikianlah alasan kenapa produk murah diletakkan di rak bawah toko. Pada dasarnya, posisi rak tidak selalu mencerminkan mutu sebuah produk. Karena itu, jika ingin berhemat saat berbelanja, jangan hanya melihat produk yang sejajar dengan mata. Cobalah melirik rak bagian bawah. Tidak jarang di sanalah tersimpan produk dengan harga lebih murah yang kualitasnya tidak kalah dari merek yang lebih terkenal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More