Ilustrasi Danantara (Foto: IDN Times)
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Coordinator Enter Nusantara, Reka Maharwati. Dia mengatakan, generasi muda membutuhkan akses informasi yang lebih luas terkait Danantara karena dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang.
Sebagai organisasi anak muda, Reka menyatakan pihaknya sangat resah dengan kondisi isu sosial dan geopolitik yang sedang terjadi di Indonesia saat ini. Mereka melihat berbagai perbincangan terkait Danantara di media sosial sudah banyak diperbincangkan oleh masyarakat dan anak muda, sedangkan akses keterbukaan informasi yang bisa diakses di laman yang tersedia sangatlah terbatas.
"Tentu saja ini akan berpengaruh besar terhadap masa depan kami, jika Danantara tidak bisa memberikan transparansi dan akuntabilitas yang jelas, maka masa depan anak bangsa yang akan dipertaruhkan. Kami berhak untuk mengetahui dan ikut berpartisipasi mengawal masa depan kami yang lebih baik,” kata Reka.
Sementara itu, Outreach and Advocacy Manager CERAH, Bondan Andriyanu menambahkan, keterbukaan informasi juga penting untuk memastikan arah investasi Danantara mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
“Sehingga dibutuhkan konsistensi kebijakan, keberanian mengalihkan investasi dari energi fosil, dan transparansi penuh atas pengelolaan dana publik. Karena itu, keterbukaan informasi mengenai keputusan investasi Danantara menjadi penting agar masyarakat dapat memastikan bahwa arah investasi negara benar-benar mendukung masa depan energi bersih Indonesia,” ujar Bondan.
Koalisi Danantara Monitor menyatakan akan terus mengawal proses pengungkapan informasi tersebut sebagai bagian dari pengawasan publik terhadap pengelolaan aset dan investasi negara.