Hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui pertemuan diplomatik atau perjanjian politik. Dalam banyak kasus, komoditas dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah kerja sama hingga keseimbangan kekuatan global. Nilai sebuah sumber daya tidak lagi diukur hanya dari harga jualnya, tetapi juga dari pengaruh yang dimilikinya terhadap negara lain.
Ketika pasokan energi, pangan, atau bahan baku teknologi berada di tangan segelintir negara, posisi tawar mereka ikut meningkat dalam berbagai negosiasi internasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perdagangan komoditas sering berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi sekaligus geopolitik. Tidak mengherankan jika sejumlah komoditas menjadi bagian penting dalam diplomasi antarnegara.
