Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Konflik Iran–Israel Picu Risiko, Perbankan RI Perkuat Strategi

Konflik Iran–Israel Picu Risiko, Perbankan RI Perkuat Strategi
Ilustrasi bank (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Industri perbankan nasional memperkuat manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian menghadapi tekanan global akibat eskalasi konflik Iran–Israel yang berpotensi mengganggu stabilitas harga energi.
  • Perbanas menyiapkan langkah mitigasi seperti stress test sektoral dan early warning system untuk mengantisipasi penurunan kualitas kredit di sektor sensitif terhadap kenaikan biaya energi.
  • Bank meningkatkan disiplin penyaluran kredit berbasis risiko, menjaga likuiditas melalui LCR dan NSFR, serta menerapkan strategi lindung nilai guna menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Industri perbankan nasional kian memperkuat kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (prudential banking) di tengah meningkatnya tekanan global.

Terlebih, eskalasi konflik Iran–Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi mengganggu stabilitas harga komoditas strategis, terutama minyak mentah.

1. Perbankan akan memperkuat prinsip kehati-hatian

Konflik Iran–Israel Picu Risiko, Perbankan RI Perkuat Strategi
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi. (Dok/IDN Times).

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi mengatakan, volatilitas eksternal meningkat, fundamental perbankan domestik masih solid. Menurutnya, hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat.

“Kami melihat risiko global meningkat, terutama melalui transmisi kenaikan harga energi dan volatilitas pasar keuangan. Dalam konteks ini, perbankan akan semakin memperkuat prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan kualitas aset,” ujar Hery.

2. Perbanas siapkan sejumlah langkah mitigasi

Konflik Iran–Israel Picu Risiko, Perbankan RI Perkuat Strategi
Ilustrasi Bank (pixabay.com/PabitraKaity)

Perbanas mencatat, sejumlah langkah mitigasi telah diperkuat industri perbankan, di antaranya melalui pelaksanaan stress test sektoral serta penguatan early warning system guna mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit.

Stress test tersebut difokuskan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi, seperti transportasi, logistik, dan manufaktur.

3. Perbankan meningkatkan disiplin penyaluran kredit

Konflik Iran–Israel Picu Risiko, Perbankan RI Perkuat Strategi
ilustrasi bank (vecteezy.com/Oleg Gapeenko)

Selain itu, perbankan juga meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui pendekatan risk-based pricing. Di sisi likuiditas, bank menjaga kecukupan melalui optimalisasi rasio liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSFR).

Tak hanya itu, pengelolaan eksposur nilai tukar juga dilakukan secara lebih konservatif, antara lain lewat strategi lindung nilai (hedging) serta pengendalian posisi devisa neto.

“Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” ujarnya.

Dengan berbagai bauran kebijakan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik, meski tekanan eksternal berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah.

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More