4 Tips Memilih Agunan yang Tepat untuk Pinjaman ke Bank

- Pilih aset berlikuiditas tinggi dan mudah dijual karena bank cenderung memberi nilai taksiran lebih baik pada jaminan yang cepat dikonversi menjadi uang tunai.
- Pastikan dokumen kepemilikan sah, terdaftar, dan lengkap, termasuk izin bangunan serta PBB terbaru; aset juga tidak boleh dalam sengketa atau dijaminkan di tempat lain.
- Sesuaikan nilai agunan dengan plafon pinjaman, karena bank umumnya membiayai 70–80 persen nilai taksiran; properti strategis, aman bencana, dan berakses baik menambah penilaian.
Mengajukan pinjaman ke bank dengan menggunakan agunan sering dijadikan sebagai solusi finansial terbaik untuk bisa memenuhi kebutuhan dana dengan skala besar. Namun, menentukan jaminan yang akan diserahkan pada pihak bank jelas memerlukan perhitungan yang cermat dan strategi yang tepat.
Kamu harus memahami berbagai kriteria aset yang benar-benar disukai oleh lembaga perbankan sebelum mengajukan pinjaman dari bank. Simaklah beberapa tips strategis berikut ini untuk memilih agunan yang bernilai baik agar proses pengajuan pinjaman bank berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Table of Content
1. Pastikan nilai likuiditas aset tinggi dan mudah dijual

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Vaibhav Nagare) Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan bahwa aset yang akan diajukan memiliki nilai likuiditas tinggi di pasaran. Bank biasanya akan lebih menyukai jaminan yang bisa dengan mudah dikonversi menjadi uang tunai jika sampai terjadi potensi gagal bayar di kemudian hari.
Sebaikny kamu dapat menghindari penggunaan barang yang nilai asetnya cenderung tidak stabil atau sulit untuk menemukan pembelinya. Semakin likuid aset yang diagunkan, maka semakin tinggi pula perkiraan nilai taksiran yang nantinya akan diberikan oleh pihak bank.
2. Lengkapi dokumen kepemilikan yang sah secara hukum

ilustrasi berkas (unsplash.com/Anastassia Anufrieva) Pihak perbankan sebetulnya tidak akan pernah menerima agunan yang status hukumnya terlihat meragukan atau bahkan masih dalam sengketa serius. Pastikan bahwa kamu memang memiliki sertifikat kepemilikan aset yang asli dan sudha terdaftar secara resmi atas nama sendiri agar lebih terpercaya.
Kelengkapan izin seperti IMB atau PBG untuk bangunan, serta bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbaru juga merupakan hal yang sangat penting. Dokumen legalitas yang rapi dan transparan bisa memberikan kepercayaan pada pihak bank terhadap segala kredibilitas yang kamu miliki.
3. Sesuaikan nilai agunan dengan jumlah plafon pinjaman

ilustrasi uang (pexels.com/olia danilevich) Nilai taksiran pasar dari aset yang diagunkan semestinya memang ideal dan sebanding dengan besaran pinjaman yang dibutuhkan. Pada umumnya bank hanya akan memberikan pinjaman dengan nilai maksimal sekitar 70 hingga 80 persen dari total nilai taksiran aset yang dimiliki, sehingga harus diperhitungkan.
Jika kamu memaksakan pengajuan besar dengan agunan yang nilainya rendah, maka hanya akan berujung pada penolakan atau pemotongan plafon. Sebaliknya, jika menjaminkan aset dengan nilai yang terlalu jauh melebihi batas pinjaman, maka akan dinilai kurang efisien untuk perencanaan keuangan.
4. Pilih aset bebas sengketa dan lokasinya strategis

ilustrasi rumah (unsplash.com/Frames For Your Heart) Kondisi fisik dan lokasi dari barang yang dijaminkan bisa sangat mempengaruhi penilaian dan juga persetujuan yang diberikan pihak bank. Untuk agunan yang berupa properti sebaiknya berada di lokasi yang tidak rawan dari bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta memiliki lokasi strategis dan akses jalan memadai.
Bukan hanya kondisi fisik, namun pastikan bahwa asetnya tidak sedang digunakan sebagai jaminan di tempat lain atau terlibat dalam perkara hukum. Aset yang aman dan berada di lingkungan berkembang bisa menjadi nilai tambah yang signifikan di mata analisis kredit.
Memilih agunan yang trpat merupakan kunci penting dan sukses agar pengajuan bank disetujui. Kamu bisa memperhatikan beberapa hal di atas agar bisa memuluskan langkah untuk memperoleh dana yang diperlukan. Ingatlah bahwa agunan bukan hanya sekadar jaminan untuk mencairkan uang, namun juga aset berharga yang harus dijaga dan dituntaskan pembayarannya agar finansial tetap aman.





![[QUIZ] Dari Kebiasaan saat Bekerja, Cek Karakter di Kartun Spongebob yang Mirip Denganmu](https://image.idntimes.com/post/20240625/img-2981-cae273e9ac29bf8e6dd9c631e437a1aa.png)















