Industri Logistik Ungkap Keuntungan AI Buat Pengiriman Internasional

- DHL Express Indonesia menyebut persyaratan kepabeanan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha Indonesia, terutama UMKM yang ingin menjangkau pasar luar negeri.
- Fitur AI dapat menganalisis foto barang dan membuat deskripsi yang disesuaikan dengan kebutuhan kepabeanan sejak proses pengiriman dimulai.
- Pelanggan dapat meninjau, mengedit, atau menyesuaikan deskripsi dari sistem sebelum pengiriman diajukan, tanpa harus memiliki akun DHL Express.
Jakarta, IDN Times - Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan pemenuhan persyaratan kepabeanan masih menjadi salah satu tantangan bagi banyak pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM yang ingin memperluas pasar ke luar negeri.
"Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai sekitar 5 persen pada 2026, kami melihat peluang yang terus terbuka bagi pelaku usaha untuk berekspansi ke pasar global," kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).
Dia mengatakan, fitur identifikasi barang berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat membantu pelanggan memberikan informasi barang yang akurat sejak awal proses pengiriman.
"Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengurangi waktu untuk mengurus dokumentasi dan lebih fokus melayani pelanggan serta mengembangkan bisnis di pasar internasional," ujar dia.
1. Proses deskripsi barang masih dilakukan manual

ilustrasi aktivitas angkutan logistik dan peti kemas di kawasan pelabuhan (pexels.com/Kelly) Selama bertahun-tahun, industri layanan ekspres internasional mengandalkan pengirim untuk mendeklarasikan sendiri isi kiriman, dengan panduan yang terbatas mengenai cara mendeskripsikan barang secara tepat untuk keperluan kepabeanan.
Meskipun berbagai aspek dokumentasi kepabeanan telah berkembang, proses penyusunan deskripsi barang pada dasarnya masih dilakukan secara manual dan berbasis teks. Proses tersebut juga bergantung pada pemahaman pengirim terhadap persyaratan otoritas kepabeanan.
Senior Director IT DHL Express Indonesia Yonata Bastian menjelaskan, teknologi AI digunakan untuk membantu proses yang selama ini bergantung pada input manual dan pengalaman masing-masing pengirim.
"Dengan membantu pelanggan mengidentifikasi serta mendeskripsikan isi kiriman secara lebih akurat, kami dapat meningkatkan kualitas data sejak awal proses pengiriman. Hal ini tidak hanya menyederhanakan pengalaman pelanggan, tetapi juga mendukung efisiensi yang lebih baik di sepanjang rantai pengiriman," kata Yonata.
2. Teknologi computer vision bantu deskripsikan barang

ilustrasi kerja logistik (pexels.com/Tiger Lily) Teknologi AI kini digunakan untuk membantu mengidentifikasi barang yang akan dikirim ke luar negeri. Teknologi berbasis computer vision tersebut dapat menganalisis foto barang dan menghasilkan deskripsi yang disesuaikan dengan persyaratan kepabeanan.
Teknologi tersebut digunakan dalam proses pemesanan pengiriman internasional oleh DHL Express dan telah tersedia di lebih dari 30 negara dan pasar. Perluasan penerapannya akan dilakukan sepanjang 2026.
Dalam penggunaannya, pelanggan cukup mengunggah foto barang yang akan dikirim. Sistem kemudian memproses gambar melalui model computer vision berbasis server untuk mengidentifikasi objek dan menghasilkan deskripsi barang dalam hitungan detik.
Deskripsi yang dihasilkan dapat digunakan untuk membantu menyiapkan informasi barang sejak awal proses pengiriman. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pelaku usaha Indonesia yang semakin banyak mencari peluang di pasar internasional dan perlu memberikan informasi pengiriman secara akurat sejak awal.
DHL Express menyebut teknologi tersebut menjadi yang pertama di industri pengiriman ekspres global yang menggunakan computer vision untuk menganalisis foto barang dan menghasilkan deskripsi sesuai ketentuan kepabeanan.
3. Cara kerja AI identifikasi barang

ilustrasi kerja logistik (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Pelanggan cukup memotret barang yang akan dikirim menggunakan smartphone atau perangkat lain yang terhubung ke internet. Sistem AI kemudian memproses gambar melalui model computer vision berbasis server untuk mengidentifikasi objek dan menghasilkan deskripsi barang yang terstruktur sesuai standar dokumentasi internasional dan ketentuan kepabeanan.
Deskripsi yang dihasilkan sistem akan ditampilkan kepada pelanggan untuk ditinjau, diedit, atau disesuaikan sebelum pengiriman diajukan. Pelanggan juga tidak perlu memiliki akun DHL Express untuk menggunakan fitur tersebut.
Penggunaan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi proses manual dalam penyusunan deskripsi barang serta meningkatkan kualitas informasi yang diberikan sejak awal pengiriman. Informasi yang lebih akurat juga diharapkan dapat mengurangi risiko keterlambatan dalam proses pengiriman dan kepabeanan.
Implementasi tersebut menjadi pertama kalinya teknologi identifikasi barang berbasis computer vision diintegrasikan secara langsung dalam alur pemesanan layanan ekspres internasional yang digunakan pelanggan dalam skala besar. Dengan satu foto, sistem dapat menghasilkan deskripsi barang untuk kemudian diperiksa dan disesuaikan oleh pelanggan sebelum pengiriman diajukan.





















