ilustrasi bank (vecteezy.com/Oleg Gapeenko)
Selain itu, perbankan juga meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui pendekatan risk-based pricing. Di sisi likuiditas, bank menjaga kecukupan melalui optimalisasi rasio liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSFR).
Tak hanya itu, pengelolaan eksposur nilai tukar juga dilakukan secara lebih konservatif, antara lain lewat strategi lindung nilai (hedging) serta pengendalian posisi devisa neto.
“Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” ujarnya.
Dengan berbagai bauran kebijakan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik, meski tekanan eksternal berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah.