Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kota dengan Miliarder Terbanyak di Dunia 2026, Jakarta Masuk Daftar!
ilustrasi Jakarta, Indonesia (pexels.com/neilstha firman)
  • New York tetap jadi kota dengan miliarder terbanyak pada 2026, meski mulai mendapat tantangan dari kota-kota Asia yang pertumbuhan ekonominya makin pesat.
  • China mendominasi daftar dengan delapan kota, termasuk Shenzhen, Shanghai, dan Beijing, berkat lonjakan industri teknologi serta meningkatnya jumlah perusahaan swasta besar.
  • Jakarta menempati posisi ke-20 bersama Seoul dan Ningbo dengan 32 miliarder, menandakan potensi ekonomi Indonesia kian diperhitungkan di peta kekayaan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pusat kekayaan dunia ternyata semakin terkonsentrasi di sejumlah kota besar. Setiap tahunnya, kota-kota tersebut menjadi tempat berkumpulnya para pebisnis, investor, hingga pendiri perusahaan raksasa yang memiliki kekayaan fantastis.

Data terbaru dari Hurun Global Rich List 2026 menunjukkan persaingan antarkota dalam mencetak miliarder semakin ketat. Meski kota-kota di Amerika Serikat (AS), dan Eropa masih berpengaruh, Asia kini tampil sebagai kawasan yang paling dominan.

Kabar baiknya, Jakarta juga berhasil masuk dalam daftar kota dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia. Pencapaian ini menjadi sinyal bahwa Indonesia ikut mengambil bagian dalam pertumbuhan kekayaan global.

1. New York masih menjadi ibu kota para miliarder

ilustrasi Wall Street, New York, Amerika Serikat (unsplash.com/Lo Lo)

New York kembali mempertahankan posisinya sebagai kota dengan miliarder terbanyak di dunia pada 2026. Tercatat ada 146 miliarder yang tinggal di kota tersebut, menjadikannya tetap berada di peringkat pertama dunia. Meski begitu, selisihnya dengan kota-kota pesaing kini semakin tipis. Kondisi ini menunjukkan dominasi New York mulai mendapat tantangan serius dari kota-kota di Asia.

Kekuatan New York gak muncul begitu saja. Kota ini memiliki ekosistem bisnis yang sangat matang, mulai dari pusat keuangan Wall Street, perusahaan investasi, sektor properti, hingga industri teknologi yang terus berkembang. Lingkungan bisnis yang kuat membuat banyak orang kaya memilih membangun usaha dan berinvestasi di sana. Gak heran New York masih menjadi magnet utama bagi para miliarder dunia.

2. Kota-kota China makin mendominasi daftar

ilustrasi Shenzhen, China (pexels.com/Da Na)

Jika dulu Amerika Serikat identik dengan pusat kekayaan dunia, kini China mulai menunjukkan pengaruh yang jauh lebih besar. Shenzhen menempati posisi kedua dengan 132 miliarder, disusul Shanghai dengan 120 miliarder, dan Beijing dengan 107 miliarder. Ketiga kota tersebut bahkan memiliki jumlah miliarder yang tak terpaut terlalu jauh dari New York.

Dominasi China ternyata bukan hanya berasal dari tiga kota besar itu saja, lho. Hangzhou, Guangzhou, Suzhou, dan Ningbo juga berhasil masuk dalam daftar kota dengan miliarder terbanyak di dunia. Secara keseluruhan, ada delapan kota asal China yang masuk peringkat ini. Delapan kota tersebut menyumbang sekitar 34 persen dari total miliarder yang berada di 32 kota terkaya dalam daftar.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat, berkembangnya industri teknologi, serta meningkatnya jumlah perusahaan swasta berskala besar menjadi faktor penting di balik kesuksesan China. Banyak perusahaan teknologi ternama lahir dari kota-kota tersebut dan berhasil mencetak pendiri maupun investor yang kini menyandang status miliarder. Tren ini menunjukkan China gak hanya menjadi pusat manufaktur dunia, tapi juga semakin kuat sebagai salah satu penggerak utama penciptaan kekayaan global.

3. Asia jadi pusat pertumbuhan miliarder dunia

ilustrasi Mumbai, India (pexels.com/Frank van Dijk)

Asia kini menjadi kawasan dengan konsentrasi miliarder terbesar dibanding wilayah lain. Sebanyak 58 persen miliarder yang tercatat dalam daftar berasal dari kota-kota di Asia. Fakta ini menunjukkan pergeseran pusat kekayaan dunia sedang berlangsung dan semakin mengarah ke kawasan timur.

Selain China, beberapa kota Asia lainnya juga memiliki jumlah miliarder yang cukup tinggi. Mumbai berada di posisi keenam dengan 95 miliarder, sementara New Delhi menempati urutan ke-11 dengan 64 miliarder. Singapura memiliki 59 miliarder, Taipei 51 miliarder, Bangkok 40 miliarder, serta Seoul dengan 32 miliarder.

Keberhasilan Asia menciptakan lebih banyak orang superkaya didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan munculnya berbagai sektor bisnis baru. Industri teknologi, manufaktur, keuangan, hingga akal imitasi (AI) menjadi mesin penghasil kekayaan baru. Gak mengherankan jika banyak analis melihat Asia sebagai pusat ekonomi global pada masa depan.

4. Jakarta berhasil masuk jajaran kota miliarder dunia

Monas (pexels.com/Daniel Lee)

Di tengah dominasi kota-kota besar dunia, Jakarta berhasil mencatatkan prestasi yang patut diapresiasi. Ibu kota Indonesia ini berada di posisi ke-20 bersama Seoul dan Ningbo dengan jumlah 32 miliarder. Angka tersebut membuat Jakarta berhasil mengungguli beberapa kota ternama lainnya seperti Tokyo yang memiliki 31 miliarder dan Bengaluru dengan 30 miliarder.

Masuknya Jakarta ke dalam daftar ini menunjukkan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Pertumbuhan sektor perbankan, teknologi digital, energi, hingga industri konsumen telah melahirkan sejumlah pengusaha sukses dengan nilai kekayaan yang terus meningkat. Keberadaan perusahaan rintisan berskala besar juga ikut berkontribusi dalam memperluas peluang penciptaan kekayaan di tanah air.

Meski begitu, jumlah miliarder bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah kota. Pemerataan ekonomi, kualitas pendidikan, dan kesempatan kerja yang baik tetap menjadi aspek penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Namun, pencapaian Jakarta setidaknya menjadi bukti Indonesia mulai diperhitungkan dalam peta kekayaan global.

5. Kota-kota lama tetap punya pengaruh besar

ilustrasi Moskow, Rusia (pexels.com/Max Avans)

Meningkatnya dominasi Asia ternyata belum mampu menggeser seluruh pusat kekayaan tradisional. London masih bertahan di posisi kelima dengan 102 miliarder dan menjadi kota terkaya di Eropa. Moskow berada di peringkat kesembilan dengan 82 miliarder, sedangkan Paris memiliki 44 miliarder.

Amerika Utara juga masih memiliki sejumlah kota yang menjadi rumah bagi banyak orang superkaya. San Francisco memiliki 86 miliarder, Los Angeles 40 miliarder, Dallas 28 miliarder, Toronto 26 miliarder, dan Palm Beach 24 miliarder. Sementara itu, Dubai berhasil masuk daftar dengan 24 miliarder, menandakan semakin besarnya peran Timur Tengah sebagai tujuan investasi global.

Kota-kota tersebut umumnya menawarkan stabilitas ekonomi, regulasi yang mendukung investasi, serta akses terhadap pasar internasional. Faktor-faktor tersebut membuat mereka tetap relevan meskipun pusat pertumbuhan miliarder perlahan mulai bergeser ke Asia. Kondisi itu menunjukkan bahwa kota-kota dengan ekosistem bisnis yang kuat masih menjadi tujuan utama bagi para pengusaha dan investor kelas dunia.

Pertumbuhan jumlah miliarder di berbagai belahan dunia memperlihatkan bahwa peta ekonomi global terus berubah. Asia semakin mendominasi, China makin agresif, dan Jakarta pun berhasil menempatkan diri di antara kota-kota terkaya dunia.

Bagi Indonesia, pencapaian ini bisa menjadi dorongan untuk terus memperkuat iklim investasi dan menciptakan lebih banyak peluang usaha. Siapa tahu, beberapa tahun ke depan jumlah miliarder asal Jakarta akan semakin bertambah dan membuat posisinya naik lebih tinggi dalam peringkat dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article