Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Boyong Para Miliarder Berharta Rp18.805 T saat Temui Xi Jinping

Trump Boyong Para Miliarder Berharta Rp18.805 T saat Temui Xi Jinping
KTT AS-China dimulai, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping saling berjabat tangan. (AFP/Pool/KENNY HOLSTON)
Intinya Sih
  • Donald Trump melakukan kunjungan resmi ke China bersama rombongan miliarder dengan total kekayaan sekitar Rp18.805 triliun untuk bertemu Presiden Xi Jinping di tengah ketegangan hubungan kedua negara.
  • Rombongan mencakup tokoh besar seperti Elon Musk, Jensen Huang, Tim Cook, dan Larry Fink yang membawa kepentingan bisnis besar di China, termasuk sektor teknologi dan penerbangan.
  • Pertemuan sempat tertunda akibat konflik AS-Iran dan kini difokuskan pada isu perdagangan, energi, serta kerja sama pengembangan kecerdasan buatan antara Washington dan Beijing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan kunjungan resmi ke China pekan ini untuk menemui Presiden Xi Jinping. Trump membawa serta rombongan miliarder dengan total kekayaan kolektif diperkirakan mencapai 1,07 triliun dolar AS.

Total kekayaan para miliarder yang dibawa Trump ke China, jika dirupiahkan setara Rp18.805 triliun. Hal itu mengacu kurs terkini di Rp17.575, menurut data Bloomberg.

Dilansir Forbes, pertemuan puncak tersebut menjadi momentum penting di tengah situasi hubungan kedua negara yang sedang tegang akibat persoalan perdagangan, konflik di Iran, serta persaingan teknologi akal imitasi (AI).

1. Daftar miliarder dan bos perusahaan global yang ikut ke Beijing

Trump Boyong Para Miliarder Berharta Rp18.805 T saat Temui Xi Jinping
Donald Trump dan Elon Musk (x.com/elonmusk)

Sejumlah nama besar dari sektor teknologi dan keuangan terlihat dalam rombongan tersebut. Elon Musk dari Tesla memimpin daftar dengan kekayaan mencapai 829,8 miliar dolar AS, disusul oleh Jensen Huang dari Nvidia yang memiliki kekayaan 195,5 miliar dolar AS.

Selain itu, hadir pula Stephen Schwarzman dari Blackstone, Tim Cook dari Apple, Larry Culp dari General Electric, serta Larry Fink dari BlackRock. Tidak hanya para miliarder, sebanyak 17 eksekutif papan atas juga turut serta, termasuk Kelly Ortberg dari Boeing, David Solomon dari Goldman Sachs, dan Jane Fraser dari Citigroup.

Trump sendiri telah mendarat di China sejak Rabu malam, dan melangsungkan pertemuan dengan Xi Jinping pada Kamis pagi waktu setempat.

Kehadiran para pengusaha tersebut berkaitan erat dengan kepentingan bisnis mereka di China. Nvidia misalnya, sedang mengusahakan izin dari kedua negara agar bisa menjual chip AI paling mutakhir ke pasar China, meskipun saat ini pihak Beijing masih membatasi pembelian model chip tertentu.

Sementara itu, Boeing dilaporkan sedang dalam proses finalisasi pesanan ratusan pesawat yang kemungkinan besar akan diumumkan dalam momen KTT ini.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyatakan, tujuannya membawa para eksekutif tersebut adalah untuk meminta Xi Jinping membuka akses pasar China lebih luas bagi perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat.

Beberapa nama lain yang masuk dalam daftar undangan resmi, yakni petinggi dari Meta, Cargill, Micron, Qualcomm, Visa, Mastercard, Illumina, hingga Coherent. Namun, pihak Cisco memberikan konfirmasi bahwa pimpinan mereka tidak dapat hadir dalam perjalanan tersebut.

2. Jensen Huang sempat dikabarkan tak diundang

Trump Boyong Para Miliarder Berharta Rp18.805 T saat Temui Xi Jinping
CEO Nvidia, Jensen Huang (nvidia.com)

Ada cerita menarik di balik kehadiran bos Nvidia, Jensen Huang. Sempat tersiar kabar ia tidak masuk dalam daftar rombongan, namun Trump dilaporkan langsung menghubungi Huang pada Selasa (12/5) untuk memberikan undangan mendadak.

Jensen Huang dan Elon Musk bahkan diketahui berangkat menuju China menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One bersama Trump.

3. Pertemuan sempat tertunda imbas konflik AS-Iran

Trump Boyong Para Miliarder Berharta Rp18.805 T saat Temui Xi Jinping
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi Jinping disambut anak-anak berbendera AS-China. (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Agenda utama dalam pertemuan dua hari itu sempat mengalami penundaan dari jadwal semula pada Maret akibat pecahnya konflik antara Amerika Serikat dengan Iran.

Isu tersebut diprediksi menjadi poin krusial mengingat peran China sebagai pembeli minyak utama dari Iran. Trump berharap China dapat membantu dalam upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.

Selain masalah geopolitik, kedua pemimpin negara direncanakan akan menghidupkan kembali diskusi mengenai regulasi dan pengembangan AI. Hal ini dipicu oleh ambisi kedua negara untuk menjadi pemimpin global di sektor teknologi tersebut.

Meski hubungan kedua negara kerap diwarnai ketegangan, pihak Washington maupun Beijing menyatakan komitmen untuk menjalin komunikasi yang lebih baik. Melalui Kedutaan Besarnya, pihak China menyampaikan pertemuan tersebut merupakan langkah untuk memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan dengan prinsip saling menghormati demi perdamaian dunia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More