Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kuota Magang Digaji Pemerintah Mau Ditambah, Menaker Lapor Prabowo
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Presiden Prabowo dan Menaker Yassierli membahas rencana penambahan kuota program Magang Nasional yang akan dikoordinasikan lintas kementerian untuk memperluas kesempatan peserta.
  • Batch pertama Magang Nasional diikuti lebih dari 14 ribu peserta yang kini bersiap mengikuti sertifikasi BNSP secara gratis di balai latihan milik Kemnaker.
  • Pelatihan vokasi nasional dengan 10.500 peserta dari lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi ditetapkan sebagai program prioritas pemerintah tahun 2026 guna meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli ke Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (27/4/2026). Salah satu poin yang dibahas adalah rencana penambahan kuota program Magang Nasional.

Yassierli menyampaikan pihaknya telah memaparkan hasil evaluasi serta rekomendasi terkait pelaksanaan program tersebut. Rencana perluasan kuota akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian.

“Nanti akan tentu di-follow up dengan kementerian teknis yang lainnya, Kementerian Keuangan, Menko Perekonomian, dan seterusnya,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

1. Peserta magang disiapkan sertifikasi BNSP

Sejumlah peserta program magang nasional saat mendengarkan paparan dari pengelola Lapas Kedungpane Semarang. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)

Yassierli juga melaporkan program Magang Nasional batch pertama telah berhasil dirampungkan dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 14 ribu orang. Para alumni tengah menjalani persiapan untuk mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Proses sertifikasi tersebut diselenggarakan secara gratis di berbagai balai latihan milik Kementerian Ketenagakerjaan. Presiden Prabowo memberikan respons positif terhadap capaian dan evaluasi yang telah dilaporkan.

Jadi peserta magang batch satu sekarang sedang menyiapkan diri untuk melakukan sertifikasi untuk mendapatkan sertifikat BNSP. Itu saya sampaikan, Alhamdulillah respons beliau baik," tuturnya.

2. Bahas pelatihan vokasi untuk dua kelompok sasaran

Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026. (IDN Times/Imam Faishal)

Selain membahas program magang, Yassierli melaporkan progres pelatihan vokasi nasional batch pertama yang saat ini sedang berlangsung. Program itu dirancang dengan menyasar dua kelompok utama, yakni lulusan perguruan tinggi serta lulusan SMA dan SMK.

Yassierli menyebutkan total peserta dalam pelatihan vokasi mencapai 10.500 orang. Program bertujuan untuk menjangkau kelompok tenaga kerja yang berbeda agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Jadi kita punya program untuk lulusan perguruan tinggi dan kita juga punya program untuk lulusan SMA dan SMK. Jumlahnya 10.500 orang, tadi saya juga laporkan,” tuturnya.

3. Pelatihan vokasi jadi program prioritas pemerintah di 2026

Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026. (IDN Times/Imam Faishal)

Yassierli menegaskan, pelatihan vokasi merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja nasional. Inisiatif itu didukung pemanfaatan balai pelatihan Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah.

Pemerintah menempatkan program tersebut sebagai salah satu prioritas di 2026 sebagai bagian dari strategi besar untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional, sekaligus mempercepat penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.

“Kita sudah punya sekian skema dan seterusnya, dan alhamdulillah beliau dukung. Dan ini akan menjadi salah satu program prioritas kita di tahun 2026 ini,” kata Yassierli.

Editorial Team