Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kuota Magang Nasional 2026 Ditambah Jadi 150 Ribu

Kuota Magang Nasional 2026 Ditambah Jadi 150 Ribu
Sejumlah peserta program magang nasional saat mendengarkan paparan dari pengelola Lapas Kedungpane Semarang. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)
Intinya Sih
  • Pemerintah menambah kuota Program Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta setelah sebelumnya hanya 100 ribu, sebagai respons atas tingginya minat lulusan baru di berbagai daerah.
  • Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng sekitar 9.000 perusahaan lintas sektor seperti kesehatan, manufaktur, BUMN, dan pertambangan agar peserta bisa memilih posisi sesuai latar belakang pendidikan.
  • Peserta magang dijamin mendapat uang saku dan biaya transportasi setara standar UMP atau UMK daerah masing-masing untuk mendukung kesejahteraan selama masa magang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bogor, IDN Times - Pemerintah Indonesia berencana memperbesar kuota penerimaan peserta Program Magang Nasional. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor, saat meninjau pelaksanaan magang di RS Ummi Bogor.

Afriansyah menegaskan, program ini merupakan prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Fokus utama kami saat ini adalah menjembatani anak-anak yang baru lulus agar mereka bisa fokus mendapatkan pendidikan kerja yang berkualitas," ujar Afriansyah, Selasa (14/4/2026).

1. Kuota peserta melonjak menjadi 150 ribu

IMG_20260414_160706_813.jpg
Wamenaker tinjau peserta Magang Nasional di RS Ummi Bogor. IDN Times/Linna Susanti

Setelah sukses menyasar 100 ribu peserta pada tahap awal, pemerintah memutuskan untuk menambah kapasitas hingga 50 ribu kuota tambahan. Keputusan ini diambil setelah melalui pembahasan intensif bersama legislatif guna merespons tingginya antusiasme lulusan baru di berbagai daerah.

"Kemarin kami sudah rapat dengan DPR RI untuk menambah kapasitas jumlah peserta, dari 100 ribu menjadi 150 ribu. Penambahan ini akan dimulai pada batch selanjutnya di tahun 2026, sekitar bulan Mei atau Juni mendatang," ungkap Afriansyah.

2. Tersedia di 9.000 perusahaan dari berbagai sektor

Ilustrasi industri (pexels.com/Anamul Rezwan)
Ilustrasi industri (pexels.com/Anamul Rezwan)

Program ini tidak hanya terbatas pada satu bidang saja. Hingga saat ini, Kemnaker telah menggandeng sekitar 9.000 perusahaan. Sektor yang tersedia sangat beragam, mulai dari kesehatan, industri manufaktur, BUMN, hingga pertambangan, sehingga peserta bisa memilih yang paling relevan dengan latar belakang pendidikan mereka.

"Setiap calon peserta diberikan kesempatan untuk memilih dua posisi atau perusahaan yang diinginkan melalui situs resmi Magang Nasional (Magang Hub)," jelasnya.

3. Benefit uang saku setara standar UMK/UMP

ilustrasi uang saku setiap bulan (pexel.com/Ahsanjaya)
ilustrasi uang saku setiap bulan (pexel.com/Ahsanjaya)

Salah satu daya tarik utama dari program ini adalah jaminan kesejahteraan bagi para peserta. Pemerintah memastikan bahwa anak magang tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengalaman, tetapi juga apresiasi finansial yang layak untuk menunjang kebutuhan operasional mereka selama bertugas.

"Setiap peserta pun difasilitasi dengan uang saku dan biaya transportasi yang totalnya disesuaikan dengan Upah Minimum Provisi (UMP) atau wilayah kabupaten/kota masing-masing," pungkas dia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More